Ada 1.400 Paraji di Kabupaten Serang

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 05 Desember 2018 - 12:06:48 WIB   |  dibaca: 324 kali
Ada 1.400 Paraji di Kabupaten Serang

TERUS TEKAN AKI/AKB : Bupati Serang Rt tatu Chasanah menyerahkan penghargaan kepada Camat Pamarayan Supriyanto atas komitmennya menurunkan AKI/AKB, Selasa (4/12).

SERANG – Jumlah dukun beranak atau paraji di Kabupaten Serang mencapai 1.400 lebih yang tersebar di 326 desa di Kabupaten Serang atau paling tinggi di Indonesia. Masih tingginya jumlah paraji tersebut karena masih banyak masyarakat di Kabupaten Serang yang mempercayakan kelahiran anaknya kepada paraji daripada di fasilitas kesehatan (faskes) dengan penanganan tenaga medis.


Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, jumlah angka kematian (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Serang masih cukup tinggi, namun jika diurai lebih jauh penyebabnya bukan hanya karena tindakan medis tapi karena faktor kesehatan ibu yang melahirkan. Selain itu yang menjadi persoalan, para ibu hamil sedikit sulit diajak melakukan persalinan di faskes.


“Saat ibu akan melahirkan keputusannya ada di suami dan keluarganya, ketika mereka lebih nyaman melahirkan di rumah, mereka memilih di rumah dengan dibantu paraji,” kata bupati, usai membuka workshop kepemimpinan kolektif dalam percepatan penurunan AKI dan AKB tingkat Kabupaten Serang bekerja sama dengan Hope Indonesia, di hotel Horison Forbis, Selasa (4/12).


Ia mengatakan, banyaknya jumlah paraji di Kabupaten Serang dibanding daerah lain menjadi perhatian Pemkab Serang. Meski para paraji telah dijadikan mitra oleh bidan desa namun masih ada paraji yang bandel yang tetap menangani kelahiran. “Kita punya PR (pekerjaan rumah) untuk mengajak seluruh komponen masyarakat untuk peduli terhadap ibu yang sedang hamil,” paparnya.


Direktur Project Hope Indonesia Susanti mengatakan, pihaknya telah bermitra dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang sejak 2013 atau sudah enam tahun dan telah memberikan pelatihan asuhan persalinan normal (APN) kepada bidan desa dan bidan puskesmas, serta kader desa. “Kami bekerja di sembilan kecamatan di Kabupaten Serang,” kata Susanti.


Selain itu, pihaknya juga telah memberikan orientasi terhadap 380 paraji di sembilan kecamatan tersebut agar bisa bekerjasama dengan bidan desa. “Para paraji hanya boleh melakukan pendampingan dan tidak boleh melakukan penanganan. Di Kabupaten Serang jumlah paraji lebih dari 1.000 orang dan jumlah itu terbanyak di Indonesia. Untuk penurunan AKI/AKB kecil sekali,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, persalinan yang dilakukan oleh paraji mulai berkurang, hanya tinggal sekitar 20 persen. “Persalinan oleh tenaga kesehatan sudah 80 persen. Sekarang ini masalahnya masih terlambat untuk datang ke faskes. Untuk jumlah paraji ada 1.400 lebih, satu desa itu ada yang empat sampai sembilan paraji,” tuturnya.


Ia mengungkapkan, jumlah AKI di Kabupaten Serang sampai saat ini mencapai 56 kasus, sedangkan AKB-nya mencapai 240 kasus. “Tahun 2017 untuk AKI-nya 58 kasus dan AKB-nya 290 lebih. Kalau kematian bayi paling tinggi karena bayi lahir rendah dengan berat badan kurang dari 2,5 kilogram. Itu karena kesadaran merawat kehamilan yang kurang seperti makan makanan yang bergizi dan anemia,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook