Awasi Pelabuhan Tikus, Polda Minta Bantuan Nelayan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 05 Desember 2018 - 12:10:32 WIB   |  dibaca: 180 kali
Awasi Pelabuhan Tikus, Polda Minta Bantuan Nelayan

DUKUNG KINERJA : Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir menekan tombol sirine peresmian dermaga dan landasan helikopter di Mabes Polairud Polda Banten di Kota Cilegon, Selasa (4/12).

CILEGON - Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir meresmikan dermaga dan landasan helikopter milik Polairud Polda Banten di belakang Mabes Polairud Polda Banten, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, yang diberi nama Sultan Ageng Tirtayasa, kemarin.


Tomsi mengatakan, perairan Banten menjadi jalur favorit masuknya narkoba ke Pulau Jawa. Kesiapsiagaan Polairud Polda Banten diharap semakin meningkat setelah adanya dermaga dan landasan helikopter. “Wilayah Banten garis pantainya cukup panjang, dan dekat dengan pasar narkoba yaitu Jakarta, jadi memang rawan,” kata Tomsi kepada awak media di Mabes Polairud Polda Banten.


Dalam pengawasan wilayah laut, pihaknya juga akan meminta bantuan nelayan. Masyarakat pantai atau nelayan dianggap bisa membantu dalam pengawasan pantai dari penyelundupan narkoba. “Pelabuhan tikus di Banten cukup banyak, sudah kami data dan petakan. Kami juga akan melakukan pembinaan kepada nelayan untuk ikut dalam pengawasan pelabuhan tikus,” ujarnya.


Ditemui di tempat yang sama, Direktur Polairud Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin mengatakan, dalam pengawasan perairan di Banten yang rawan menjadi jalur narkoba, saat ini pihaknya juga masih kekurangan personil dan kekurangan jumlah kapal patroli.

Jumlah personil Polairud Polda Banten hanya sekitar 150 personil, padahal idealnya 200 personil. “Kalau untuk jumlah kapal patroli saat ini hanya 14 kapal, idealnya sekitar 20 kapal patroli. Tahun depan, akan ada penambahan satu unit kapal patroli dari anggaran Pemprov (Pemerintah Provinsi) Banten,” kata mantan Kapolres Serang ini.


Ia menjelaskan, garis pantai yang masuk wilayah hukum Polda Banten sepanjang 546 kilometer. Meski kekurangan jumlah personil dan kapal patroli, pihaknya tetap berupaya bekerja dengan maksimal.

Pengawasan pelabuhan tikus yang digunakan untuk pintu masuk narkoba tetap dilakukan. “Yang masih sulit untuk diawasi pantai di Banten Selatan, karena kapal patroli yang melakukan patroli di Banten Selatan harus berukuran besar. Sebab, arusnya cukup tinggi dan lautnya cukup dalam,” ujarnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook