Empat Pemburu Rusa Jadi Tersangka

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 05 Desember 2018 - 12:13:01 WIB   |  dibaca: 1302 kali
Empat Pemburu Rusa Jadi Tersangka

PENYERAHAN : Petugas TNUK menyerahkan barang bukti perburuan rusa di TNUK ke Polda Banten. Dalam kasus itu, 4 pemburu sudah ditetapkan tersangka.

SERANG - Empat pemburu rusa di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, yang ditangkap petugas gabungan dari Balai TNUK, Polariud Polda Banten, dan TNI AL, ditetapkan tersangka oleh Polda Banten. Dalam kasus itu, satu orang pelaku diketahui oknum polisi berinisial BM dan sudah diserahkan ke Mabes Polri.


Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi mengatakan, Senin (3/4) siang pihaknya menerima pelimpahan delapan pelaku perburuan rusa di TNUK. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Banten, empat pelaku berinisial HH, MI, YS dan AB ditetapkan menjadi tersangka.


"Setelah dilakukan pemeriksaan secara estafet, kasusnya dinaikan dari penyelidikan menjadi penyidikan dan telah menetapkan 4 orang tersangka dan sudah ditahan. Sedangkan empat orang lainnya statusnya hanya sebagai saksi," katanya kepada Banten Raya, Selasa (4/12).


Menurut Edy, dari hasil pemeriksaan diketahui salah satu pemburu merupakan oknum polisi berpangkat Kombes Pol berinisial BM dan masih aktif bertugas di Mabes Polri. Untuk penanganan oknum polisi itu, Polda Banten telah melimpahkannya ke Mabes Polri. "Oknum anggota kepolisian sudah dilimpahkan sesuai dengan aturan yang berlaku, melalui proses internal Mabes Polri," ujarnya.


Edy menambahkan, keempat pelaku yang sudah ditetapkan tersangka memiliki peran masing-masing. Dalam kasus itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti tiga ekor rusa jenis timor yang sudah dipotong dan dimasukan dalam tiga boks. "Saudara YS sebagai penembak 1 rusa seberat 80 kilogram, HH sebagai pemotong rusa, AB pengangkut hasil buruan, dan MI berperan memotong dan menguliti hewan buruan," tambahnya.


Sementara itu, Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir menyayangkan kasus perburuan hewan dilindungi yang ada di TNUK. Untuk itu, dirinya sudah menginstruksikan ke Ditkrimsus Polda Banten untuk menindak tegas para pelakunya.  "Yang berkaitan dengan rusa kemarin sudah diproses tahap penyidikannya dan pelaku-pelakunya sudah dilakukan tindakan tegas dengan melakukan penahanan," katanya.


Tomsi menegaskan pihaknya tidak akan pandang bulu dan akan menindak oknum Polisi yang diduga terlibat dalam perburuan Rusa tersebut. Saat ini, Polda Banten sudah berkoordinasi dan melimpahkan proses hukumnya ke Mabes Polri. "Kalau untuk oknum polisi tetap diproses dan prosesnya masih ada di Propam Mabes Polri," tegasnya.


Sebelumnya, Kepala TNUK Mamat U Rahmat membenarkan adanya penangkapan pemburu liar di kawasan TNUK. Dari sebelas orang pelaku, pihaknya baru berhasil menangkap delapan orang pemburu. Sedangkan tiga pelaku lainnya berhasil melarikan diri ke Pulau Panaitan.  "Pelakunya sudah diserahkan ke Polres Pandeglang," katanya.


Menurut Rahmat, dari penangkapan pelaku perburuan rusa di kawasan hutan lindung tersebut, pihaknya mendapatkan barang bukti 3 ekor rusa yang sudah mati dan beberapa senjata yang digunakan pelaku untuk melakukan perburuan. "Informasinya, salah satu pelakunya oknum polisi yang bertugas di Mabes Polri," ujarnya.


Dalam kasus ini, pelaku perburuan di dalam hutan lindung dapat dikenakan sanksi sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Lalu ada juga Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook