Utang BPJS Tembus Rp35 Miliar

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 05 Desember 2018 - 12:20:23 WIB   |  dibaca: 133 kali
Utang BPJS Tembus Rp35 Miliar

SERANG – Tunggakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terhadap Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang sampai saat ini mencapai Rp35 miliar. Akibat tingginya piutang tersebut, RSDP Serang terpaksa menghutang obat berjumlah miliaran rupiah kepada para vendor agar tetap dapat melayani para pasiennya. Tingginya hutang BPJS juga diakui mengganggu cash flow RSDP.


Plt Direktur RSDP Serang Sri Nurhayati mengatakan, persoalan BPJS merupakan kasus nasional yang juga terjadi di Kabupaten Serang. “Memang seharusnya itu (piutang BPJS-red) harus diselesaikan. Terus terang saja soal BPJS ini sangat mengganggu cash flow rumah sakit,” kata Sri saat ditemui di hotel Horison Forbis, Kecamatan Waringinkurung, Selasa (4/12).


Ia menuturkan, akibat tingginya piutang BPJS tersebut pihaknya selama ini berutang ke vendor-endor untuk mendapatkan obat-obatan. “Semuanya utang, tapi yang namanya utang ada batasnya, kalau terlalu banyak juga akan mengganggu cash flow dia (vendor-red). Akhirnya banyak juga yang sudah mulai diclose, kita tidak bisa pesan obat, karena utang kita sudah banyak menurut dia,” ungkapnya.


Sri menjelaskan,  para vendor baru bisa memberikan obat lagi apabila utang-utang yang sebelumnya belum diselesaikan oleh pihak RSDP dibayar. “Tunggakan BPJS Rp35 miliar, terus juga kita harus membayar tenaga kontrak karena itu dari BLUD (badan layanan umum daerah) bukan dari pemda. Kalau dari pemda itu tahun ini hanya untuk obat sekitar Rp4 miliar,” paparnya.


Namun demikian, secara aturan, dalam kondisi yang terpaksa, RSDP Serang diperbolehkan mengambil utang ke bank dengan bunga ditanggung oleh BLUD. “Saya sih enggak mau, harusnya BPJS yang bayar bunganya, tapi BPJS bilang enggak ada aturannya. Itu pun dengan catatan ada bank yang mau memberikan bunga tidak lebih besar dari bunga denda yang dibayar dari BPJS,” tuturnya.


Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Mansur Barmawi menilai, tingginya piutang BPJS ke RSDP karena ada yang tidak beres dengan manajemen BPJS Kesehatan. “Seharusnya setiap bulan selesai klaim yang diajukan RSDP, karena ini menyangkut pelayanan yang sangat urgen menyangkut nyawa manusia. Kami di dewan tidak mengharapkan hal ini,” ujarnya.


Ia berharap, pihak BPJS untuk segera menyelesaikan tunggakan terhadap RSDP, hal itu untuk menjaga agar RSDP tetap bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. “Kalau di akhir tahun belum masuk juga, nanti di komisi III kita akan evaluasi terkait realisasi piutang BPJS terhadap RSDP. Kalau akhir tahun masih seperti ini kita akan melakukan langkah-langkah terkait piutang ini,” katanya.


Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang Sofyeni mengatakan bahwa tunggakan terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara iuran yang masuk dan pengeluaran untuk pembiayaan pelayanan kesehatan.

Meski demikian, dalam kondisi tersebut, BPJS Kesehatan memberikan solusi dengan memanfaatkan program supply chain financial. Bentuknya, Pihak rumah sakit dapat menganggunkan piutangnya kepada bank mitra BPJS Kesehatan. "Dengan program ini pihak rumah sakit tidak akan dirugikan.

Bunga bank dibayarkan dengan denda keterlambatan pembayaran BPJS Kesehatan. Kami membayar denda keterlambatan 1 persen, sementara bunga bank mitra tersebut di bawah 1 persen," kata Sofyeni.


Sopyeni juga menegaskan bahwa setiap bulan pihaknya melakukan pembayaran kepada pihak rumah sakit. "Saat ini delay pembayaran ke sumah sakit berkisaran 6 minggu. Namun dalam minggu ini akan ada pembayaran klaim rumah sakit. Pemerintah akan suntikan dana ke BPJS kesehatan. Kita akan membayar klaim yang sudah jatuh tempo," katanya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook