12 Warga Terserang DBD

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 06 Desember 2018 - 12:03:24 WIB   |  dibaca: 84 kali
12 Warga Terserang DBD

DIFOGGING : Petugas kesehatan melakukan kegiatan fogging mencegah munculnya jentik-jentik nyamuk DBD di Kecamatan Karang Tanjung, kemarin.

PANDEGLANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang tengah gencar melakukan upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui program fogging. Hal itu dilakukan menyusul sejak November telah terjadi kasus DBD yang menyerang 12 orang warga.

Kasi Pencegahan Penyakit Dinkes Pandeglang, Agus Heriawan mengatakan di musim perubahan cuaca (pancaroba) saat ini telah terjadi kasus DBD yang menyerang warga di beberapa kecamatan. "Dari 12 warga yang terkena DBD pada bulan kemarin tersebar di Kecamatan Jiput, Pulosari, Karang Tanjung, Pandeglang dan Labuan. Penyebab terkena DBD karena pergantian cuara dari panas ke hujan yang menimbulkan jentik-jentik nyamuk jenis DBD," kata Agus ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/12).


Untuk mencegah kasus itu tidak berkembang di lingkungan warga, kata Agus, dinasnya sudah melakukan upaya pencegahan. "Kita sudah melakukan program fogging sesuai permintaan yang disampaikan warga melalui puskesmas. Selain sebagai pencegahan kita berharap nyamuk DBD ini tidak menjangkit warga lainnya," ujarnya.


Menurutnya, penderita DBD kini kondisinya sudah membaik, karena saat mulai demam pihak keluarga langsung melarikannya ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. "Sudah sembuh. Pada saat mereka terkena DBD langsung ditangani puskesmas. Apalagi kita sudah punya kader jumantik (juru pemantau jentik) di setiap desa," terangnya.


Agus mengingatkan kader jumantik untuk melakukan antisipasi mencegah munculnya kasus DBD di lingkungan masyarakat, karena sedang memasuki musim pancaroba. “Dengan adanya kader jumantik diharapkan bisa menekan peredaran DBD dengan cara rutin mengajak warga atau keluarga untuk membersihkan genangan air. Biasanya, kasus DBD muncul pada saat sedang pancaroba," imbuhnya.


Dia mengajak masyarakat untuk menerapkan program 3M (menguras tempat penampungan air, menutup genangan air, dan mengubur barang tidak terpakai yang dapat menjadi genangan air). "Kami berharap kepada keluarga yang sempat terjangkit DBD untuk membiasakan diri memperhatikan kebersihan di rumahnya, terutama di tempat-tempat yang biasa digenangi air dan menerapkan 3M," harapnya.


Sekretaris Dinkes Pandeglang, Mursidi menyebutkan dinasnya terus berupaya memberikan sosialisasi kepada warga dan melakukan penekanan ke semua puskesmas untuk mengantisipasi munculnya kasus DBD. "Kita sudah sering sosialisasi bagaimana nyamuk DBD tidak berkembang dengan cara mengingatkan warga untuk menerapkan pola hidup sehat, bersih, dan 3M," paparnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook