Korban Pembacokan Diintimidasi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 06 Desember 2018 - 12:24:44 WIB   |  dibaca: 74 kali
Korban Pembacokan Diintimidasi

PENGECEKAN : Anggota Polsek Cipocok melakukan pengecekan kepada pelaku pembacokan, pekan lalu.

SERANG- Sobri (31), warga Lingkungan Kalang Anyar, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang yang merupakan korban pembacokan oleh pegawai honorer di Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Serang pada 13 November 2018 lalu mengaku diintimidasi oleh keluarga pelaku. Korban didesak agar kasus pembacokan itu diselesaikan secara musyawarah.

Korban Sobri mengatakan, sejak kasus pembacokan yang dilakukan oleh RD (25) dilaporkan ke Mapolsek Serang, dirinya sering mendapatkan teror dan intimidasi yang diduga dilakukan oleh keluarga pelaku, lantaran dirinya tidak mencabut laporan tersebut.

"Hampir tiap hari ditelepon orang minta kasus ini supaya diselesaikan secara damai. Bahkan orangtua saya juga kena imbasnya, sekarang dia dipecat dari kerjaannya karena menolak diajak damai," katanya kepada Banten Raya, Rabu (5/12).


Meski mendapatkan teror dan intimidasi, Sobri mengungkapkan dirinya dan keluarganya ingin kasus yang menyebabkan dirinya mengalami 4 luka bacokan itu tetap dilanjutkan proses hukum."Saya sudah memaafkan, tapi untuk perbuatannya harus diselesaikan secara hukum, karena kami maupun warga di Kalang Anyar ingin memberikan pelajaran dan efek jera. Apalagi perbuatannya berkaitan dengan nyawa," ungkapnya.


Sobri berharap proses hukum kasus tersebut cepat diproses, agar pelaku dapat menerima hukuman atas perbuatannya."Meski bapak saya sudah dipecat dan sampai sekarang masih ada yang meminta kasus ini diselesaikan secara musyawarah, saya tetap menginginkan kasus ini dilanjutkan," tegasnya.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cipocok Jaya Inspektur Polisi Satu (Iptu) Tatang Sutisna mengatakan, berkas tersangka kasus pembacokan tersebut sudah masuk tahap satu atau penyerahan BAP (berita acara pemeriksaan) ke Kejaksaan Negeri Serang."Sudah tahap satu kang," katanya.


Menurut Tatang, dalam perkembangan kasus pembacokan itu malah berbuntut saling lapor balik dari pelaku. Sebab pelaku juga merasa menjadi korban pemukulan atau penganiayaan yang dilakukan oleh Sobri."Kasusnya jadi saling lapor," katanya.
 

Diberitakan sebelumnya, hanya karena salah paham, RD (25) honorer di Samsat Kota Serang membacok Sobri, tetanggnya sendiri.Kasus ini terjadi pada 13 November, sekitar pukul 02.30, tak jauh dari rumah pelaku. Pelaku beberapa kali membacok korban ke arah kepalanya dengan golok, lalu ditangkis oleh korban dengan tangan kirinya.
 
Korban mengalami tiga luka bacok pada tangan kirinya dan satu luka bacok di bagian punggungnya. Korban harus mendapatkan 35 jahitan. Sedangkan pelaku melarikan diri setelah mengetahui korbannya mengalami luka parah. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook