BPPT Luncurkan Stasiun Pengisian Listrik

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 06 Desember 2018 - 13:01:42 WIB   |  dibaca: 192 kali
BPPT Luncurkan Stasiun Pengisian Listrik

SAMBUT ERA LISTRIK : BPPT meluncurkan satu stasiun pengisian listrik karya anak bangsa di halaman Kantor Puspiptek, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Rabu (5/12).

KOTA TANGSEL - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan dua stasiun pengisian listrik atau electric vehice charging station (EVCS) karya anak bangsa, Rabu (5/12). Salah satu stasion pengisian listrik itu berdiri di halaman kantor Pusat Penelitian, Pengetahuan, dan Teknologi (Puspitek), Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangsel.

Deputi BPPT Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM) Eniya Listiani Dewi mengatakan, BPPT terus melakukan kliring teknologi terhadap inovasi pengembangan kendaraan listrik dan infrastrukturnya. Hal ini untuk mendorong terwujudnya kendaraan listrik dan infrastruktur buatan dalam negeri. Rekayasa teknologi terbarunya adalah stasiun pengisian listrik.

Perlu diketahui, kata Eniya, stasiun pengisian listrik sama seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kendaraan konvensional. "Sejalan dengan program percepatan mobil listrik nasional, pada tahun 2018, BPPT menyiapkan dua sistem charging station yaitu Fast charging station 50 kW di BPPT Jakarta dan smart charging station 20 kW di B2TKE-BPPT Puspiptek, Tangerang Selatan," kata Eniya di sela-sela peluncuran stasiun pengisian listrik di Kantor Puspitek, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Rabu (5/12).

 

Eniya menuturkan, sebagai uji coba fasilitas, disiapkan tiga bahan sampel uji kendaraan, berupa kendaraan listrik roda dua, micro car, dan city car. Kendaraan-kendaraan itu, Lanjut Eniya, sudah melakukan perjalanan dari Kantor BPPT  Jakarata menuju Puspiptek Setu, Tangerang Selatan dengan menggunakan energi listrik. 

Eniya menjelaskan, pilot project fast charging station BPPT dengan kapasitas 50 kW ini mempunyai kelebihan, mampu melakukan charging baterai mobil listrik sampai penuh hanya dengan waktu 30 menit. "Diharapkan dengan adanya fasilitas fast charging station pertama kali di Indonesia ini, mampu mendorong masyarakat untuk beralih dari mobil biasa ke mobil listrik," jelasnya.

 

Eniya menambahkan, adapun untuk pengisian energi pada baterai mobil listrik diprioritaskan siang hari, dengan memanfaatkan energi matahari. Baik untuk pengisian normal maupun fast charging. Pada siang hari kendaraan listrik bisa memanfaatkan smart charging station sebanyak empat kali dengan durasi tiga jam hingga penuh. Misalnya, charging dilakukan pada pukul 09.00-12.00, maka kontribusi energi dari PLTS 52,5%, sedangkan sisanya dari PLN 47,5%.

Apabila dilakukan pada sore hari mulai pukul 15.00-18.00, maka energi yang disuplai dari PLTS sebesar 22,1%. Namun bila ingin pengisian cepat (fast charging) sebaiknya dilakukan setelah pukul 09.00 hingga 15.00. "Estimasi fast charging dapat dilakukan sebanyak enam kali sehari dengan durasi satu jam," katanya. (mg-imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook