Orangtua Diminta Tak Biarkan Anak Bawa Motor ke Sekolah

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 07 Desember 2018 - 10:33:38 WIB   |  dibaca: 99 kali
Orangtua Diminta Tak Biarkan Anak Bawa Motor ke Sekolah

CEGAH KECELAKAAN : Suasana sosialisasi Aksi Keselamatan Transportasi Darat yang digelar BPTD Wilayah VIII Banten di SMA Negeri 1 Kota CIlegon, Kamis (6/12).

CILEGON - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten mengungkapkan, kasus kecalakaan lalulintas yang terjadi saat ini didominasi oleh pelajar. Oleh karena itu, BPTD meminta orangtua agar tidak membiarkan anak membawa motor sediri ke sekolah.


“Kami juga berharap kepada orangtua yang memiliki anak masih belasan tahun untuk tidak melepas begitu saja anaknya menggunakan sepeda motor ke sekolah. Dan sejatinya lebih baik menggunakan kendaraan umum, untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan,” kata Kepala BPTD Wilayah VIII Banten, Nurhadi saat sosialisasi 'Aksi Keselamatan Transportasi Darat Tahun 2018' yang digelar BPTD Wilayah VIII Banten di SMA Negeri 1 Kota Cilegon, Kamis (6/12).
 
Nurhadi berpesan, para siswa jika memaksa menggunakan kendaraan bermotor tetap harus memerhatikan keselamatan berkendara, berhati-hati di jalan, melengkapi surat-surat kendaraan, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.


Berdasarkan data, kata Nurhadi, di wilayah kerja BPTD Wilayah VIII Banten, pada Januari sampai Oktober 2018, ada 197 kasus kecelakaan. Jumlah kasus kecelakaan tersebut juga didominasi oleh pelajar usianya 11-17 tahun. “Adapun faktor kecelakaan bisa karena faktor manusia atau human error atau juga faktor infrastruktur, seperti jalan rusak ataupun faktor kendaraan. Banyaknya anak muda yang memodifikasi kendaraan di luar standar keselamatan menjadi salah satu penyebab kecelakaan,” ujarnya.

Nurhadi mengatakan, kecelakaan transportasi yang terjadi di Indeonsia melibatkan kendaraan roda dua, mobil pribadi, kendaraan umum, dan angkutan barang. Namun, angka kecelakaan saat ini terbanyak didominasi oleh kendaraan roda dua dengan mayoritas korban atau pengendaranya pelajar usia 11 sampai 17 tahun.


 “Menurut data, pada 2018 ini sudah ada 103.649.000 kecelakaan transportasi darat di Indonesia. 30.684 orang menjadi korban jiwa. Berarti, kalau di rata-rata, ada sekitar 3 sampai empat nyawa melayang perjam. Ini juga didominasi oleh pelajar,” kata Nurhadi. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook