Ular Piton 4 Meter Bersembunyi di Plafon Rumah

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 07 Desember 2018 - 10:50:34 WIB   |  dibaca: 188 kali
Ular Piton 4 Meter Bersembunyi di Plafon  Rumah

BERBAHAYA : Anggota Polsek Ciwandan dan Petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Wilayah I Serang memindahkan ular piton ke kotak besi di Mapolsek Ciwandan, Kamis (6/12).

CITANGKIL - Ular piton sepanjang empat meter menggegerkan warga sekitar Kalentemu, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Kamis (6/7) pagi. Ular itu bersembunyi di plafon atap rumah salah seorang warga di RT 01/05 Kalantemu, Kelurahan Samangraya. Setelah ditangkap warga, ular tersebut diserahkan ke Polsek Ciwandan.


Kapolsek Ciwandan, Kompol Idrus Madaris mengatakan, ular piton dengan panjang sekitar empat meter itu diserahkan salah seorang warga Kalentemu, Kelurahan Samangraya yang bernama Susanto, kemarin pagi. Eko sendiri menangkap ular tersebut dari rumah salah seorang warga. “Ular itu ditangkap Eko dari atap rumah warga,” kata Idrus ditemui Banten Raya di Mapolsek Ciwandan, kemarin siang.

Idrus menjelaskan, penemuan ular di rumah warga tersebut berawal dari suara gemuruh di atas plafon rumah salah seorang warga. Setelah dilihat, ternyata ada seekor ular piton yang cukup panjang dan besar. “Secara spontan warga beramai-ramai menangkap ular tersebut dengan peralatan seadanya. Ular berhasil ditangkap dan kondisinya sedikit luka, lalu dimasukkan ke dalam karung dan diserahkan ke kami,” ujarnya.

Setelah diserahkn, kata Idrus, pihaknya menghubungi Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat (Jabar) Wilayah I Serang. “Ular kami serahkan ke BKSDA untuk dikembalikan ke habitatnya di alam terbuka,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Resort Konservasi Wilayah III BKSDA Jawa Barat, Anto Laban mengatakan, ular yang berada di rumah salah seorang warga Kalentemu tersebut merupakan ular liar, bukan peliharaan warga.

Ular yang biasa disebut Sanca Kembang dengan nama latin Phyton Reticulatus tersebut saat ini habitatnya mulai rusak. Sehingga, banyak yang masuk ke dalam rumah-rumah warga. “Akhir-akhir ini memang sering ular piton masuk ke rumah warga, sering diserahkan ke kita,” jelas Anto.

Anto mengungkapkan, saat ini habitat ular piton seperti di pegunungan dan perkebunan sudah banyak yang beralih fungsi menjadi pemukiman dan industri. Sehingga, ular tersebut bermigrasi ke rumah-rumah warga. “Ular piton ini berjenis kelamin betina dan kami akan cek ke rumah warga yang ada ular ini, dikhawatirkan ular tersebut sudah bertelur di atas plafon,” ujarnya.

Anto menambahkan, selanjutnya, ular tersebut akan dilepasliarkan di alam bebas di Gungung Tukung Gede, Mancak, Kabupaten Serang. “Ular tersebut ular liar karena dari ciri-ciri fisiknya masih kasar pada bagian bawah dan tidak jinak. Ular tersebut tidak berbisa, tapi cukup berbahaya karena belitannya dan kepalanya yang besar bisa menelan anak atau hewan seukuran kambing,” tuturnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook