Buruh Ancam Blokir Simpang Damkar

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 07 Desember 2018 - 10:57:51 WIB   |  dibaca: 195 kali
Buruh Ancam Blokir Simpang Damkar

DEMO : Aksi unjuk rasa ratusan buruh di Kantor Disnaker Kota Cilegon, Kamis (6/12).

CILEGON - Setelah Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Kota Cilegon 2019 ditetapkan, serikat buruh di Kota Cilegon mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon untuk segera menggelar rapat pembahasan usulan Upah Minimun Sektoral Kota (UMSK) Cilegon 2019.

Kamis (6/12) kemarin, sejumlah serikat buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Disnaker Kota Cilegon, Jalan Raya Bojonegara, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Aksi yang dikawal aparat kepolisian tersebut berjalan tertib.


Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan (FPKEP) Kota Cilegon, Rudi Sahrudin mengatakan, aksi ratusan masa dari beberapa serikat buruh di Kota Cilegon ini dilakukan untuk mendesak Disnaker Cilegon untuk menggelar rapat usulan UMSK yang akan diajukan ke Gubernur Banten, Wahidin Halim.


Awalnya, kata Rudi, rapat usulan UMSK tersebut akan dilaksanakan pada Senin (10/12) lalu, namun setelah adanya aksi buruh, rapat usulan UMSK akhirnya dimajukan menjadi Jumat (7/12) hari ini. Disnaker pun memanggil Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Cilegon agar rapat tersebut segera digelar.

“Hari ini (kemarin-red) memang inisiatif kita agar rapat usulan UMSK bisa dipercepat. Sekitar 300 pekerja ke Disnaker Kota Cilegon untuk mempercepat pembahasan usulan UMSK. Besok (Hari ini -red) akan segera digelar usulan UMSK setelah ada kesepakat dengan Apindo. Jadi, Senin (10/12) sudah bisa diusulkan ke gubernur Banten,” kata Rudi kepada awak media di Kantor Disnaker Kota Cilegon.

Pada UMSK 2019, kata Rudi, pihaknya mengusulkan besaran kenaikan UMSK perusahaan kelompok I sebesar 20 persen, perusahaan kelompok II sebesar 15 persen, dan perusahaan kelompok III sebesar 10 persen. Serikat buruh berharap UMSK tersebut dapat dijalankan oleh perusahaan-perusahaan. “Kami berharap usulan kami akan diterima dalam rapat usulan UMSK Cilegon yang akan diajukan ke gubernur Banten,” harapnya.

Dikatakan, kenaikan usulan UMSK dari buruh tersebut dilakukan karena melihat UMK Cilegon sudah besar, dan faktor lainnya seperti kebutuhan hidup di Kota Cilegon cukup tinggi. Pihaknya juga berharap, perusahaan agar bisa melaksanakan UMSK. “Senin kami juga rencana akan ada aksi besar di tiga titik, yaitu di Disnaker Cilegon, Kantor Walikota Cilegon. Kalau tetap tidak selesai rapat usulan UMSK, kami akan tutup Simpang Damkar yang menuju Tol Cilegon Barat. Surat pemberitahuan aksi sudah kami layangkan ke kepolisian,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Disnaker Kota Cilegon, Bukhori mengatakan, rapat usulan UMSK akan dipercepat dari rencana pada Senin pekan depan. Percepatan pembahasan usulan UMSK lantaran adanya aspirasi dari buruh agar tidak terlambat diajukan ke gubernur Banten. “Yang menetapkan UMSK juga yang menetapkan gubernur Banten sama seperti UMK,” ujarnya.

Bukhori berharap, rapat usulan UMSK bisa berjalan dengan baik, sehingga tidak sampai ada aksi pemblokiran jalan karena bisa menghambat perekonomian. “Ini seperti biasa saja, dan semoga bisa berjalan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook