Insentif Kader BKB Memprihatinkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 07 Desember 2018 - 13:41:11 WIB   |  dibaca: 81 kali
Insentif Kader BKB Memprihatinkan

INSENTIF : Walikota Serang Syafrudin (kiri) menyerahkan hadiah batik kepada kader BKB saat pembinaan dan penyerahan insentif kader BKB di gedung PKPRI Serang, Kamis (6/12).

SERANG- Insentif kader kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) di Kota Serang masih sangat memprihatinkan. Satu kelompok hanya mendapatkan Rp100 ribu per bulan.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang Kosasih mengakui sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Serang baru bisa menganggarkan Rp 100 ribu untuk satu kelompok BKB. Saat ini baru 90 BKB yang mendapatkan anggaran insentif dari 100 BKB yang ada.

“Insentif diberikan tiga bulan sekali, jadi Rp 300 ribu per kelompok,” kata Kosasih usai acara Pembinaan dan Penyerahan Insentif Kader BKB se-Kota Serang, di gedung PKPRI Serang, Kamis (6/12).

Kosasih menyatakan bahwa insentif itu memang jauh dari harapan. Bila dibandingkan dengan beban kerja yang dilakukan oleh BKB, maka insentif tersebut tidak ada apa-apanya. Ia sendiri berkeinginan insentif BKB disamakan dengan insentif kader posyandu yaitu Rp 100 ribu per orang per bulan.“Jadi Rp 100 ribu bukan per kelompok,” katanya.

Selain memberikan insentif, DP3AKB juga kerap memberikan penghargaan meski secara nilai memang tidak begitu besar. Seperti kemarin, DP3AKB memberikan pengargaam kepada para kader BKB yang sudah bekerja dan membuat kegiatan dengan memberikan pakaian batik. Hadiah ini diharapkan dapat membuat kader BKB lebih bersemangat dalam menjalankan tugas mereka.


Kosasih menyatakan bahwa beban kader BKB ke depan makin berat. Ia berharap para kader mampu memetakan daerah yang rawan KB. Pemetaan dilakukan pada daerah-daerah yang capaian program KB-nya masih rendah. Selain itu, perlu ada peningkatan alat kontrasepsi misalkan yang semula menggunakan pil atau suntik ke implan.

Sebab konstrasepsi menggunakan pil dan suntik rawan lupa, sehingga berpotensi kembali memiliki anak saat masa konstrasepsi yang digunakan telah habis.“Seperti Kampung KB itu program yang bagus karena kita keroyok program KB di kampung itu,” ujarnya.

Kosasih mengatakan bahwa tujuan akhir dari program KB tidak hanya pembatasan jumlah anak, melainkan agar keluarga sejahtera. Dengan asumsi sedikit anak maka seluruh anak akan terpenuhi segala kebutuhannya, mulai dari makan sampai pendidikan. Sehingga kelak keluarga kecil yang ada menjadi keluarga yang berkualitas dan pada akhirnya akan sejahtera.
“Kalau anaknya 11 sementara penghasilan pas-pasan kan jadi susah. Kecuali kalau sudah jadi pengusaha sukses,” ujarnya.


Walikota Serang Syafrudin yang hadir dalam kegiatan itu mengaku berkomitmen menaikkan tunjangan kader BKB dua kali lipatnya pada tahun 2020 mendatang setelah sebelumnya diusulkan pada tahun 2019. Ia berharap bila saat ini intensif kader BKB hanya Rp 100 ribu per kelompok per bulan, ke depan ia harapkan bertambah menjadi Rp 200 ribu per kelompok per bulan.


Syafrudin mengatakan bahwa pembinaan kepada para kader BKB ini penting dilakukan agar mereka mampu membina masyarakat guna menyukseskan program KB. Ia berharap para kader BKB yang saat ini sudah mendapatkan pembinaan mampu menyosialisasikan program KB kepada masyarakat yang belum mengikuti program tersebut. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook