Kombes BM Terancam Dipecat

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 07 Desember 2018 - 13:43:48 WIB   |  dibaca: 116 kali
Kombes BM Terancam Dipecat

WAWANCARA : Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait oknum polisi yang terjerat kasus berburu, kemarin.

SERANG- Oknum polisi berpangkat Kombes Pol berinisial BM yang diduga melakukan perburuan rusa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) bersama tujuh pemburu lainnya, terancam dipecat dari kesatuan Polri. Hal itu dilakukan apabila hasil pemeriksaan Propam Mabes Polri menyatakan oknum polisi itu terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk oknum polisi yang tercatat bertugas sebagai Pamen Sapras Mabes Polri tersebut.
 
"Saat ini kita sedang memeriksa saksi-saksi dan terduga (oknum polisi). Setelah selesai kita akan lanjutkan dengan sidang komisi etik," kata Listyo disela-sela peresmian kenaikan tipe A Polda Banten, Kamis (6/12).


Menurut Listyo, apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum, Kombes BM bisa dikenakan melanggar Perkap 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi Polri, dan terancam diberhentikan dari kesatuan."Ancamannya bervariasi, mulai dari demosi (pemindahan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang tingkatannya lebih rendah), hingga PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat)," tegasnya.


Listyo menambahkan, sambil menunggu proses pemeriksaan terhadap Kombes BM, Mabes Polri telah melakukan tindakan tegas kepadanya hingga proses pemeriksaan selesai dilakukan."Untuk sementara yang bersangkutan dinonjobkan dari tugasnya," jelasnya.


Listyo menyayangkan masih ada anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran hukum. Polisi seharusnya menjadi penganyom masyarakat dan tidak melakukan pelanggaran hukum.
"Kalau kita melihatnya, polisi melanggaran peraturan yang seharusnya dipahami, apalagi melakukan hal-hal yang dilarang. Di situ menjadi sesuatu hal yang dilarang keras tapi dilakukan," jelasnya.


Diketahui sebelumnya, Polda Banten sudah lebih dulu menetapkan empat pemburu rusa di TNUK berinisial HH, MI, YS dan AB menjadi tersangka, Selasa (4/12). Sedangkan empat pemburu lainnya hanya ditetapkan sebagai saksi.
 
Dalam perburuan itu, keempat tersangka memiliki peran masing-masing. Untuk tersangka YS meurupakan pelaku penembakan 1 ekor rusa seberat 80 kilogram. Kemudian, HH selaku pemotong rusa, AB pengangkut hasil buruan dan MI berperan memotong dan menguliti hewan buruan.
 
Dalam kasus ini, pelaku perburuan di dalam hutan lindung dapat dikenakan sanksi sesuai undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. Lalu ada juga undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan.  (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook