Hari Pertama Kerja, Syafrudin Pantau Kemacetan Trondol

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 07 Desember 2018 - 14:21:13 WIB   |  dibaca: 142 kali
Hari Pertama Kerja, Syafrudin Pantau Kemacetan Trondol

JADI LANGGANAN MACET : Walikota Serang Syafrudin didampingi Kepala Inspektorat Kota Serang Kosasih meninjau terowongan Trondol di Kecamatan Serang, Kamis (6/12).

SERANG - Di hari pertamanya bekerja sebagai Walikota Serang Syafrudin langsung turun ke terowongan Trondol di Kelurahan Trondol, Kecamatan Serang, yang sudah bertahun-tahun menjadi biang kemacetan di daerah tersebut. Syafrudin pun menyampaikan sejumlah rencana guna mengurai kemacetan yang rutin terjadi setiap pagi dan sore hari di Trondol.


Ditemui di sela kunjungannya di Trondol kepada wartawan Syafrudin mengatakan bahwa kemacetan di Trondol sudah bertahun-tahun terjadi dan tanpa ada solusi. Untuk sementara, dalam rangka kerja 100 harinya sebagai Walikota Serang, lalu lintas akan dibuat satu arah.

Kendaraan dari arah barat, khususnya dari perumahan Banten Indah Permai dan Taman Banten Lestari, dilarang langsung menuju terowongan. Kendaraan dari barat diwajibkan berbelok ke kiri ke kompleks Taman Mutiara Indah dan keluar ke jalan dekat pasar kerbau. Dengan cara seperti ini maka lalu lintas menuju terowongan hanya akan ada dua arah dan tidak ada kendaraan yang memotong dari arah barat."Ini hanya solusi sementara," kata Syafrudin, Kamis (6/12).


Pemberlakuan larangan bagi kendaraam dari arah barat itu akan diterapkan setelah jalan di kompleks Taman Mutiara Indah yang dilalui kendaraan diperbaiki oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Serang.

Ia menyebutkan jalan yang akan diperbaiki tersebut telah diserahkan oleh pengembang ke Pemerintah Kota Serang sehingga sudah menjadi aset daerah. Perbaikan jalan, dengan menggunakan anggaran perawatan jalan, ditargetkan akan dapat dilakukan pada Desember ini dengan menggunakan APBD perubahan. "Insya allah keburu," katanya.


Ditanya apakah warga Taman Mutiara Indah tidak akan protes karena daerah mereka dilalui banyak kendaraan nanti, Syafrudin yakin tidak akan ada protes dari warga. Menurutnya warga hanya akan protes bila banyak kendaraan yang melewati daerah mereka menyebabkan kerusakan jalan sehingga jalan menjadi berlubang dan menimbulkan debu.

Namun bila kondisi jalan baik dan mulus maka warga tidak akan keberatan jalan mereka digunakan karena infrastruktur di wilayah mereka tetap diperhatikan oleh Pemerintah Kota Serang. "Karena itu jalannya harus kita perbaiki dulu. Baru kendaraan boleh lewat," katanya.


Selain mengatur lalu lintas dari arah barat Dinas Perhubungan Kota Serang juga telah membuat pos jaga di mulut terowongan sebagai tempat jaga petugas dinas perhubungan. Dengan demikian akan ada petugas yang selalu siap sedia mengatur arus lalu lintas di terowongan tersebut, khususnya pada jam-jam padat kendaraan.


Kepala Inspektorat Kota Serang Kosasih yang mendampingi Syafrudin mengatakan bahwa untuk solusi jangka menengah guna mengurai kemacetan di Trondol maka jalan frontage menuju Unyur akan dimaksimalkan.

Saat ini jalan tersebut memang belum bisa dilalui kendaraan roda empat karena jalan yang melintasi rel kereta api sampai saat ini belum dibangun. Ini karena berdasarkan aturan Kementerian Perhubungan RI sudah tidak boleh lagi ada jalan yang melintasi rel kereta api. Hanya ada dua opsi yang bisa diambil yaitu membuat underpass atau overpass. "Kalau roda dua sudah bisa lewat frontage," ujarnya.

Syafrudin mengatakan ia akan berusaha menempuh perizinan yang belum didapatkan agar jalan frontage bisa segera digunakan oleh semua kendaraan. Ia menargetkan tahun 2019 mendatang persyaratan jalan frontage akan segera ditempuh. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook