Desain Tol Serang-Panimbang Bisa Berubah

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 07 Desember 2018 - 14:23:04 WIB   |  dibaca: 172 kali
Desain Tol Serang-Panimbang Bisa Berubah

TERUS DIKEBUT : Kondisi pembangunan Tol Serang-Panimbang ruas Walantaka diambil dari udara, belum lama ini.

PANDEGLANG - Desain pembangunan jalan tol Serang-Panimbang (Serpan) belum final. Struktur jalan penghubung empat kabupaten kota di Provinsi Banten sepanjang 83 kilometer (km) tersebut masih bisa berubah. Direktur WIKA Tol Serpan Mulyana membenarkan rancangan desain tol serpan yang digagas masih bisa berubah.

"Berdasarkan perencanaan, tol ini akan dibangun memiliki total empat jalur dengan satu jalur lebarnya 3,5 meter, dan penambahan bahu jalan sesuai standar Kementerian PUPR dengan lebar 1,5 meter dan bahu jalan luar 3 meter, tetapi desain ini bisa saja nanti akan ada perubahan," kata Mulyana, kemarin.


Menurutnya, desain tol itu masih rancangan awal karena harus disesuaikan dengan pertumbuhan pembangunan proyek strategis nasional tersebut. "Ini adalah desain awal. Final desain nanti ketika pertumbuhannya mulai meningkat akan ditambah 1 jalur lagi. Jika trafiknya naik mungkin 20 tahun lagi, trafik tinggi ketika volume kapasitas rasio direncana 0.8 maka harus dilebarkan lagi," terangnya.


Dia mengaku saat ini sedang melakukan tahapan persiapan desain final stage. "Ini sudah masuk dalam program final stage termasuk tanah yang dibaskan saat ini sudah terhitung dalam final stage. Karena kalau dibangun sekarang dengan program final stage, maka nilai investasinya terlampau tinggi sedangkan yang menggunakan belum dipastikan banyak," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pandeglang Teguh Wiyana menyebutkan untuk progres ganti rugi lahan tol serpan sedang berproses. Saat ini sudah ada sekitar ratusan bidang tanah yang dibayarkan. "Dari 1.400 bidang tanah yang kena jalan tol sudah sekitar 45 persen di antaranya sudah kita bayar. Pekan depan ratusan bidang tanah lainnya akan dibayarkan karena sudah divalidasi dan verifikasi," katanya.


Setelah proses validasi dan verifikasi selesai, sambung Teguh, untuk proses pembayaran ganti rugi lahan serpan dilakukan oleh Kementerian PUPR yang langsung diberikan kepada pemilik lahan. Sebab, BPN hanya memberikan rekomendasi pembayaran kepada pemerintah pusat. "Kami hanya memberikan rekomendasi untuk dibayar oleh Kementerian PUPR karena uangnya ada disana," imbuhnya. (yanadi)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook