Dua Polres Gagal Gabung

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 07 Desember 2018 - 14:26:13 WIB   |  dibaca: 122 kali
Dua Polres Gagal Gabung

DITUNTUT LEBIH KERAS : Kapolri Jenderal Tito Karnavian meresmikan peningkatan status Polda Banten dari B menjadi A, Kamis (6/12).

SERANG - Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi meningkatkan status Polda Banten dari tipe B menjadi tipe A, Kamis (6/12). Perubahan status ini berdampak pada berubahnya struktur di Polda Banten, salah satunya adalah posisi Kapolda yang ini dijabat oleh Inspektur Jenderal Polisi, atau jenderal bintang dua. Sementara Wakapolda dijabat Brigadir Jenderal Polisi, atau jenderal bintang satu.


Meski demikian, naiknya status Polda Banten tak otomatis membuat seluruh wilayah hukum yang ada di Provinsi Banten masuk Polda Banten. Polresta Tangerang, dan Kota Tangsel masih masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya. Kapolri mengaku mengkaji pengintegrasian dua polres tersebut ke Polda Banten.

Ia mengakui mendapatkan banyak desakan baik dari Pemerintah Provinsi Banten maupun tokoh masyarakat agar seluruh wilayah Banten masuk wilayah Polda Banten bukan lagi Polda Metro Jaya. "Sewaktu saya jadi Kapolri saya didesak agar di serahkan ke Polda Banten, setelah diskusi akhirnya di serahkan sebagian yaitu Polres Kabupaten Tangerang pindah ke Polda Banten," kata Mantan Kapolres Serang tahun 2005 lalu."Perkuat dulu di sini, kalau sudah yakin disini kuat dan bisa mengcover, baru akan di serahkan utuh ke Polda Banten," ujarnya.


Tito mengakui jika perkembangan Provinsi Banten cukup pesat. Baik dari pertumbuhan penduduk, infrastruktur dan yang lainnya. Sehingga kebutuhan penambahan personil di Provinsi Banten sangat dibutuhkan.


"Banten mengalami perkembangan luar biasa. Kita melihat dulu tidak ada jalan tol, sehingga jika terjadi apa-apa di Tangerang mobilisasinya lebih cepat Mabes Polri dari pada dari Serang (Polda Banten). Sekarang dalam hitungan 1 jam sudah sampai ke Tangerang dan saya pertimbangkan (Polresta Tangerang dan Tangsel gabung). Jumlah penduduk dalam catatan saya 8 juta, tapi kata Gubernur bilang sudah 12 juta," ungkapnya.


Kapolri meminta Polda Banten segera melakukan penguatan organisasi, personil, keuangan dan lain-lain, sehingga layak menjadi tipe A dan tidak sekedar kenaikan pangkat Kapolda jadi bintang dua, maupun kenaikan esselon pejabat utama.


"Saya tidak ingin kenaikan ini hanya menyenangkan para pejabat, para anggota dan lain-lain. Saya menginginkan juga menyenangkan masyarakat. Artinya, konsekuensinya kenaikan Polda ini harus ada perubahan dalam pemberian pelayanan ke masyarakat. Nanti akan kita evaluasi dengan situasi yang aman, damai dan tertib," pintanya.


Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, Polda Banten saat ini memiliki kekuatan sebanyak 7.246 personel. Sedangkan untuk kebutuhan personel polda tipe A yaitu sebanyak 12.937 personel. "DSPP (Daftar Susunan Personel Polri) itu sudah ada standarnya. Terus riil yang ada sekarang masing-masing Polres beda-beda pemenuhannya. Kalau dirata-ratakan kurang lebih 60 persen. Kekurangannya itu akan dibuatkan usulan ke Mabes Polri," katanya.


Menurut Tomsi, dengan kenaikan tipe ini, jajarannya akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan pelayanan untuk masyarakat di Provinsi Banten. "Upaya-upaya kita yaitu mengendalikan kriminalitas, meningkatkan pencegahan dan menyelesaikan perkara yang masuk ke Polda Banten. Dalam catatan Polda Banten, tahun 2018 mayoritas kejahatan di tengah-tengah masyarakat, yaitu 80 persennya kejahatan konvensional, didominasi dengan pencurian kendaraan bermotor, narkoba, pencurian dan pemberatan (curat), dan penipuan," ungkapnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook