Pegulat Kota Serang Persembahkan Emas

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Senin, 10 Desember 2018 - 11:36:28 WIB   |  dibaca: 184 kali
Pegulat Kota Serang Persembahkan Emas

RAIH EMAS : Pegulat Banten Desi Sinta ((jaket hitam) berhasil meraih medali emas.

SERANG – Desi Sinta, pegulat asal Kota Serang, Provinsi Banten, sukses persembahkan medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat Senior U-23. Medali emas yang diraih Desi Sinta dari kelas 68 kilogram (kg) gaya bebas putri. Di final eks atlet Asian Games 2018 tersebut menang telak atas Alvia asal Jawa Timur dengan skor 10-0 yang dihelat di GOR Simpang Lima, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu-Minggu (5-9/12/2018).


Torehan Desi Sinta melengkapi kesuksesan tim gulat Banten dengan total raihan satu medali emas, dan dua medali perunggu. Dua medali perunggu disumbangkan Fauzul Adhim kelas 54 kg gaya grego putra dan Rofiki kelas 50 kg gaya bebas putra.


Pelatih Gulat Banten, Susana Hasna Toha, mengaku puas dengan performa para anak didiknya. Pasalnya, beberapa atletnya tampil mengejutkan pada single event tersebut. “Sebetulnya ajang ini try out buat para atlet PJP KONI Banten. Tapi di luar dugaan atlet-atlet PJP seperti Desi Sinta, Fauzul Adhim, dan Rofiki berhasil meraih medali.

Fauzul Adhim memang gagal dapat emas karena dia harus bertemu juara PON 2016 Sugiyono dari Jawa Timur. Rofiki tampil luar biasa. Dia masih pelajar tapi berhasil meraih perunggu mengalahkan atlet senior. Kami harap Rofiki masuk tim gulat PJP KONI Banten,” kata Susana, kepada Banten Raya, kemarin sore.


Ia mengungkapkan, pada kejurnas gulat senior tahun ini, Pengurus Besar (PB) PGSI menerapkan regulasi baru. Alhasil, pihaknya pun belum menyesuaikan dengan aturan baru tersebut. “Sistem baru bikin kita kaget.

Pagi timbang badan, sorenya langsung main. Jadi atlet-atlet yang kelebihan berat badan pasti tidak bisa langsung turun cepat. Kalau aturan sebelumnya, timbang badan misalnya hari Minggu pertandingannya baru besok (Senin-red),” ungkap dia.


Susana menyatakan, aturan baru tersebut belum disosialisasikan oleh Pengurus Besar (PB) PGSI sebelum pertandingan kejurnas gulat senior dihelat. “Untuk di kejurnas tahun ini tidak ada sosialisasinya. Tapi di Asian Games 2018 sudah pernah dicoba. Makanya tidak ada pemberitahuan dari PB sebelumnya,” katanya.


Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tetap optimistis menghadapi babak kualifikasi PON XX 2019 mendatang. “Insya Allah, tim gulat PJP Banten siap hadapi Pra PON karena sudah mengantongi kekuatan atlet-atlet gulat dari daerah lain. Di Pra PON kami siap tampil all out demi meloloskan atlet sebanyak-banyaknya ke Papua,” tegas Susana.


Hampir senada dikatakan, Ketua Umum Pengprov PGSI Banten, Hariyanto.  Ia menilai single event nasional tersebut hanya dijadikan sasaran antara untuk mengukur kekuatan para atlet, sekaligus membaca peta kekuatan atlet daerah lainnya. “Event ini sebetulnya try out buat para atlet PJP KONI Banten,” kata Hariyanto, kepada Banten Raya, kemarin sore.


Atas keberhasilan atletnya memboyong prestasi, dirinya berjanji memberikan apresiasi berupa reward kepada anak didiknya. “Kami akan berikan kadeudeuh buat atlet yang telah menyumbangkan medali,” akunya. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook