Tes Fisik Acuan untuk Pra PON Papua

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Senin, 10 Desember 2018 - 11:41:18 WIB   |  dibaca: 142 kali
Tes Fisik Acuan untuk Pra PON Papua

TES FISIK : Atlet pelatda jangka panjang (PJP) KONI Banten mengikuti tes fisik di Stadion Heroik, Kota Serang, Tes fisik ini untuk acuan membuat program untuk Pra PON Papua.

SERANG – KONI Banten menggelar tes fisik untuk atlet pelatda jangka panjang (pjp) di Stadion Heroik, Kota Serang, kemarin. Hasil tes fisik ini sebagai acuan bagi pelatih dan tim terkait untuk menyusun program guna menghadapi Pra PON Papua tahun depan. Dengan disusunnya program sedini mungkin diharapkan atlet Banten bisa lolos ke Papua 2020.


Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo mengatakan, hasil tes fisik ini bagus lantaran fisik atlet yang tergabung di program ini cenderung stabil. Tes fisik ini sendiri diikuti kurang lebih 89 atlet dari berbagai cabang olahraga misalnya layar, paralayang, muaythai, dan lainnya. “Tes sendiri kami laksanakan mulai pukul 08.00 hingga pukual 11.00 WIB. Para mentor melakukan tes yang berkaitan dengan ketahanan, stamina, serta lainnya,” ujar dia.


Setelah tes fisik ini diharapkan pelatih maupun tim terkait mulai membuat program agar nanti atlet Banten bisa lolos ke PON Papua. Data tes fisik terakhir di tahun 2018 ini diharapkan menjadi data awal untuk meningkatkan performa jelang menghadapi Pra PON. “Kalau prediksi saya Pra PON bisa mulai Januari 2019. Dengan antisipasi se dini mungkin saya berharap atlet nantinya bisa lolos 3 besar dan nantinya mempersembahkan medali untuk Banten,” tegasnya.


Sementara itu Ketua Pembinaan Prestasi Hangky S Bremen mengatakan, setelah tes fisik pihaknya akan mengundang seluruh pelatih untuk membahas program prestasi guna menghadapi Pra PON Papua. “Jika saat ini nilai fisik atlet diangka 80, maka pelatih harus membuat program agar atlet meningkat dan bisa berada di puncak saat ikut Pra PON dan berhasil lolos ke Papua 2020,” jelas Hengky.


Untuk hasil tes fisik, dia mengatakan, sejauh ini stamina dan fisik atlet terjaga. Ini dikarenakan atlet yang tergabung di program pelatda jangka panjang berlatih maksimal serta beberapa atlet terjaga staminanya karena bergabung di pelatnas. “Untuk 2019 kami akan menggelar tes fisik lagi namun disesuaikan karena konsentrasi pelatda pra PON. Saya berharap atlet menjaga performanya dan terus berlatih untuk meningkatkan kemampuannya,” tegas dia.


Atlet paralayang Banten Aris Apriansyah mengatakan, ia terus berlatih untuk meningkatkan performa dan fisiknya agar bisa lolos PON Papua 2020 mendatang. “Latihan tetap rutin dilakukan. Saya berharap bisa mempersembahkan medali emas di Papua nantinya,” tutup Aris. (wisnu)    

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook