Guru Wajib Kenakan Pakaian Khas Daerah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 10 Desember 2018 - 11:43:57 WIB   |  dibaca: 151 kali
Guru Wajib Kenakan Pakaian Khas Daerah

PAKAIAN KHAS : Pegawai Dindikbud Kota Serang mengenakan pakaian khas daerah pegawai saat upacara di kantor, Jumat (7/12) lalu.

SERANG- Para guru di wilayah Kota Serang diwajibkan mengenakan pakaian khas daerah pegawai setiap hari Jumat. Pemakaian pakaian khas daerah pegawai ini sendiri gencar disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.


Sekretaris Dindikbud Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan, pakaian khas daerah telah ditetapkan melalui Peraturan Walikota Serang Nomor 27 tahun 2018 tentang pakaian khas daerah yang ditandatangani oleh Tubagus Haerul Jaman, Walikota Serang periode 2013-2018.

Dalam peraturan tersebut disebutkan terdapat empat jenis pakaian khas yang ditetapkan, yaitu pakaian khas daerah kebesaran, pakaian khas daerah keagamaan, pakaian khas daerah Kang dan Nong Kota Serang, dan pakaian khas daerah pegawai.“Pakaian khas daerah pegawai wajib dipakai oleh semua pegawai Kota Serang setiap Jumat, termasuk guru,” kata Wasis, Minggu (9/12).

Wasis mengatakan bahwa pakaian khas daerah pegawai sebagaimana pasal 12 ayat 3 diperuntukkan bagi pegawai di lingkungan Pemkot Serang. Sebagaimana disebutkan pasal 9 Peraturan Walikota Serang, untuk laki-laki berupa baju pangsi lengan panjang berwarna hitam, bagian kerah memiliki tiga kancing, dan memiliki satu saku di bagian atas sebelah kiri. Sementara untuk bawahan celana panjang komprang berwarna hitam.“Ada juga ikat kepala bebas berbentuk rudat kunci dua,” katanya seraya menambahkan untuk alas kaki dibebaskan.

Pakaian untuk perempuan, kata Wasis, berupa baju kebawaya lengan panjang berwarna hitam dengan tiga buah kancing di bagian depan. Bawahan rok kain motif batik bebas, tidak harus berwarna hitam. Adapun penutup kepala bisa mengenakan kerudung atau tidak dengan kerudung.“Untuk penutup kepala tidak ada dan alas kaki juga dibebaskan,” ujarnya.

Wasis mengatakan bahwa meski hanya berupa pakaian hitam seperti pakaian jawara, namun sebelum ditetapkan terjadi perdebatan panjang sebelum menetapkan pakaian khas daerah ini. Akademisi, budayawan, dan pihak-pihak yang mengerti tentang budaya masyarakat Kota Serang masa lalu terlibat debat sengit sebelum sepakat dengan pakaian khas daerah yang sekarang sudah ditetapkan.“Pakaian khas daerah pegawai ini sudah kita susun sejak tahun 2017,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan bahwa pakaian khas daerah akan menjadi pakaian ciri khas Kota Serang. Dengan adanya pembiasaan mengenakan pakaian khas daerah ini diharapkan pegawai dan masyarakat Kota Serang mengenakan pakaian khas yang telah ditetapkan ini.“Kita juga sudah menganjurkan kepada pegawai BUMD dan perbankan agar mengenakan pakaian khas daerah pegawai ini setiap Jumat,” ujarnya. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook