Diduga Pakai Uang Perusahan, Karyawan Koperasi Disekap

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Senin, 10 Desember 2018 - 12:13:09 WIB   |  dibaca: 271 kali
Diduga Pakai Uang Perusahan, Karyawan Koperasi Disekap

GARIS POLISI : Anggota Reskrim Polsek Tangerang memasang garis polisi di ruangan yang dijadikan tempat penyekapan Kasmadi di Perumahan Taman Royal jalan Mahoni 1, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu (8/12).

KOTA TANGERANG - Naas menimpa Kasmadi (23), salah seorang karyawan koperasi simpan pinjam disekap dengan menggunakan rantai di dalam kamar di Perumahan Taman Royal jalan Mahoni 1, Keluarahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu (8/12). Kasmadi disekap oleh atasnnya karena diduga menggunakan uang perusahaan.


Berdasarkan informasi yang berhasil disimpulkan, penyekapan itu berawal saat korban menggunakan uang perusahaan sebesar Rp 3,8 juta. Agar tidak melarikan diri, korban oleh empat orang yang diduga atasan korban diikat selama dua hari di dalam kamar dengan posisi kaki dirantai. Peristiwa penyekapan ini berhasil dibongkar oleh anggota Reskrim Polsek Tangerang berdasarkan laporan dari salah satu keluarga korban.


Sapuri, kakak korban, mengaku tidak mengetahui kenapa adiknya bisa disekap di dalam sebuah kamar kantor perusahaan simpan pinjam tersebut. Menurut Sapuri, penyekapan itu bisa terbongkar saat dirinya mendapat pesan singkat dari korban yang menyebutkan telah disekap oleh atasannya. “Setelah saya mendapat pesan singkat, saya langsung melaporkan ke Polsek Tangerang,” kata Sapuri kepada wartawan saat ditemui di Mapolsek Tangerang.


Setelah melaporkan peristiwa itu, lanjut Sapuri, dirinya bersama beberapa anggota Reskrim Polsek Tangerang mendatangi rumah yang dijadikan kantor tersebut. Saat datang di TKP, dirinya menyaksikan adiknya disekap menggunakan rantai di sebuah kamar. “Polisi langsung membuka rantai yang mengikat adik saya. Polisi juga membawa empat orang yang diduga pelaku ke Mapolsek Tangerang,” jelasnya.


Sapuri menambahkan, beradasarkan keterangan dari adiknya, penyekapan itu dilakukan karena diduga korban menggunakan uang perusahaan sebesar Rp 3,8 juta. Sebagai sanksi telah menggunakan uang itu, atasan korban melakukan penyekapan. “Saya sebagai kakak korban sangat perihatin. Masa iya gara-gara uang Rp 3,8 juta, adik saya disekap,” tukasnya.


Ditemui terpisah, salah seorang saptam perumahan Taman Royal Sukar mengatakan, lokasi penyekapan itu merupakan kantor koperasi simpan pinjam yang disewa sekitar dua tahun lalu. Namun saat peristiwa penyekapan itu tidak diketahui oleh saptam dan warga Perumahan Taman Royal. “Saya dan warga tahu ada penyekapan saat polisi ramai mendatangi lokasi,” singkatnya.


Kapolsek Tangerang, Kompol Ewo Samono membenarkan peristiwa itu. Namun demikian Ewo tidak mau berkomentar banyak karena penanganannya dilimpahkan ke Polres Metro Tangerang. “Besok mau dirilis sama pak kapolres,”  singkatnya Ewo melalui telepon,  Minggu (9/12). (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook