Kalau Telat Datang Merasa Bersalah

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 10 Desember 2018 - 12:16:17 WIB   |  dibaca: 141 kali
Kalau Telat Datang Merasa Bersalah

GERAK CEPAT : Petugas pemadam kebakaran memberikan bantuan kepada Jawinah, korban kebakaran di Desa Jawilan, Kecamatan Jawilan, Sabtu (8/12).

SERANG – Menjadi petugas pemadam kebakaran (damkar) tidak mudah seperti yang terlihat, bahkan nyawa menjadi taruhan. Suka dan duka menyelimuti para petugas pemadam saat mereka melaksanakan tugas.

Kasus kebakaran di Kabupaten Serang masih sering terjadi terutama saat musim kemarau, baik itu kebakaran pemukiman, perusahaan, maupun lahan terbuka. Dari Januari sampai saat ini sebanyak 69 kasus kebakaran telah terjadi di wilayah Kabupaten Serang. Terakhir pada Sabtu (8/12) pukul 00.30 WIB, kebakaran terjadi di Kecamatan Jawilan yang menghanguskan satu unit rumah milik warga bernama Jawinah.


Dalam menangani kebakaran, para petugas pemadam tidak pernah mengenal waktu baik itu siang, malam maupun dini hari saat orang lain nyenyak dalam tidurnya. Begitu mendapat laporan para pasukan biru tersebut langsung datang ke lokasi kejadian dengan mobil pemdam yang menjadi kendaraan andalan mereka.


“Pasti rasa khawatir dan takut dirasakan teman-teman saat memadamkan api, tapi rasa tanggungjawab mengalahkan kekhawatiran dan ketakutan,” kata Jhoni E. Wangga, salah seorang anggota pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Minggu (9/12).


Pria yang juga bertugas sebagai Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) BPBD Kabupaten Serang yang berstatus honorer itu juga menuturkan, banyak suka dan duka dalam melaksanakan tugas sebagai pemadam. “Sukanya kalau kita bisa memadamkan api dengan cepat dan tepat waktu, kalau dukanya kadang teman-teman ada saja yang kena percikan api,” ujarnya.


Terkait dengan tingkat kesulitan dalam memadamkan kebakaran, lanjut Jhoni, tergantung bangunan yang terbakar, apakah di dalam bangunan tersebut terdapat bahan yang mudah terbakar atau tidak. “Biasanya yang agak sulit dipadamkan itu pabrik kimia dan pemukiman yang padat karena bangunannya biasanya menyambung dari satu rumah ke rumah yang lain,” tuturnya.


Jhoni mengungkapkan, pihaknya kerap kesulitan saat akan memadamkan api yang membakar perusahaan, selain karena tertutup pihak perusahaan paling sulit saat ditanya soal data kebakaran. “Seperti yang terjadi saat ada kebakaran di salah satu perusahaan di Bojonegara, saya bersama tim datang membawa mobil pemadam dengan pakaian lengkap tapi tidak boleh masuk sama pihak perusahaan. Padahal kita itu kalau telat datang saja merasa bersalah,” katanya.(TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook