Lawan Korupsi Melalui Pentas Seni

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 10 Desember 2018 - 12:27:31 WIB   |  dibaca: 175 kali
Lawan Korupsi Melalui Pentas Seni

BERJUBEL : Suasana pelaksanakan Hakordia yang digelar IWO Banten di Alun-alun Kota Serang, Sabtu (8/12) malam.

SERANG – Banten memiliki caranya sendiri dalam Peringatan Hari Antikorupsi se Dunia (Hakordia) 2018. Acara yang diinisiasi Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Banten ini menampilkan pentas seni sebagai bentuk ekspresi melawan korupsi di Alun-alun Barat, Kota Serang, Sabtu (8/12) malam.


Pantauan di lapangan, selain deklarasi tolak korupsi sejumlah pertunjukan seni ditampilkan. Secara bergantian para seniman menunjukkan kebolehannya seperti pembacaan puisi, musikalisasi puisi hingga band dari berbagai latar komunitas.


Adapun komunitas yang ambil bagian diantaranya komunitas motor, komunitas hewan, karinding dan komunitas seniman. Sejumlah organisasi dan profesi seperti wartawan, pegiat anti korupsi,  karyawan swasta, budayawan, mahasiswa, siswa serta guru pun tak mau ketinggalan.


Ketua pelaksana Hakordia tingkat Provinsi Banten Khoirul Anwar mengatakan, peringakatan Harkodiajuga sekaligus sebagai momen untuk acara deklarasi pemuda anti korupsi. Pelibatan anak muda dilakukan karena mereka adalah aset dan penerus bangsa yang akan menerima estafet tongkat kepemimpinan.“Bagaimana pun isu korupsi ini menjadi kepedulian bersama, termasuk anak muda di dalamnya,” ujarnya.


Ia menuturkan, pemuda di Banten juga pada dasar ingin berperan aktif melawan korupsi. Mereka merasa prihatin dengan berukang kalinya KPK turun ke Banten untuk menegakkan hukum dengan menangkap sejumlah pejabat.


“Sepertinya di Indonesia ini sulit lepas dari jeratan korupsi. Nah, saya berharap anak-anak muda di Banten bisa membuktikan bahwa Indonesia selalu punya harapan, bebas dari korupsi. Itu bisa ditunjukan dengan caranya sendiri-sendiri,” katanya.


Wartawan di salah satu media online di Banten itu menjelaskan, melalui acara tersebut pihaknya ingin menanamkan pemahaman untuk menjauhi prilaku yang mengarah pada korupsi.
“Korupsi itu bukan hanya di birokrasi saja. Di dunia musik misalnya tidak membajak lagu, siswa tidak mencontek temannya dan tidak korupsi uang SPP. Kemudian pecinta hewan tidak membeli dari jalur penjualan ilegal dan sebagainya. Jadi kita bisa mengupayakan tidak korupsi dengan cara kita sendiri,” paparnya.


Ketua IWO Provinsi Banten Teguh Mahardika menilai, perlu kerja bersama untuk memberangus korupsi. Keterlibatan banyak pihak tentunya akan mendorongan kinerja aparat penegak hukum (APH).“Ini (pemberantasan korupsi-red) harus menjadi tugas kita bersama. Sebab tanpa kesadaran dan gerakan bersama korupsi akan tetap terjadi,” ujarnya.


Peran jurnalis dalam mengawal dan mengontrol kekuasaan, menurut dia, menjadi bagian integral dalam meminimalisasi tindak pidana korupsi. Tugas tersebut harus mempu menciptakan penyelenggaraan pemerintah yang bersih. “Supaya terwujud yang namanya celan government danclean governance,” tandasnya.


Sementara itu, Deputi Pencegahan Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi pelaksanaan Hakordia 2018 di Banten.“Saya berharap deklarasi ini menumbuhkan kesadaran semua pihak akan bahaya dari korupsi. Tentu kami semua berharap Banten bersh dari korupsi,” ungkapnya.


Pria yang akrab disapa Koko itu juga menuturkan, korupsi adalah virus yang sangat berbahaya dan bisa menyerang siapa pun. Setiap orang bisa menjadi pelaku sekaligus korban dari praktik kotor tersebut.


Korupsi juga menjadi kejahatan tak kasat mata yang tak bisa dirasakan bahkan oleh orang banyak sekalipun. Dia mencontohkan, korupsi pembangunan jalan raya yang tidak disadari oleh pengendara. Korupsi alat kesehatan yang tidak disadari pasien. Korupsi pendidikan yang tidak disadari siswa dan wali murid, dan sebagainya.“Kita semua bisa menjadi korban sekaligus pelaku. Untuk itu, mari kita bersama-sama melawan korupsi,” pungkas mantan gitaris Band Serius ini. (dewa)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook