HUT ke-1, Batalyon Mandala Yudha Kostrad Tanam 2.000 Durian

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 10 Desember 2018 - 12:30:12 WIB   |  dibaca: 129 kali
HUT ke-1, Batalyon Mandala Yudha Kostrad Tanam 2.000 Durian

MENGUNTUNGKAN : Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir melakukan tanam pohon durian di kebun Batalyon Mandala Yudha Kostrad, Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Sabtu (8/12).

SAJIRA - Tak kurang dari 2.000 bibit durian ditanam di Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak oleh Batalyon Mandala Yudha Kostrad bersama Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI), Sabtu (8/12).

Penanaman durian di atas lahan Batalyon Mandala Yudha Kostrad seluas 20 hektar tersebut sebagai salah satu rangkaian acara HUT ke-1 Batalyon Mandala Yudha Kostrad. Pohon durian yang ditanam diberinama Mandala King yang bisa dipanen lima tahun mendatang."Kenapa ditanami durian karena memiliki aspek ekonomi dan sosial bagi masyarakat dan prajurit. Akar pohon durian dapat menyerap air dan penahan longsor," kata Ketua Umum DPN Pemuda Tani HKTI Rina Sa'adah Adisurya.

Lebih lanjut Rina mengatakan, buah durian pangsa pasarnya bagus. "Tak pernah turun. Dari luas 700 hektar seluas 500 hektar lebih akan ditanami pisang, manggis, jagung dan sebagainya," katanya.

Komandan Batalyon Mandala Yudha Kostrad Kolonel Inf M Asmi menuturkan, Batalyon Mandala Yudha berusia satu tahun. "Di usia satu tahun Batalyon Mandala Yudha melaksanakan bakti sosial. Donor darah, pengobatan gratis, pembagian sembako, penyuluhan kesehatan, penyuluhan pertanian serta penghijauan dengan melakukan penanaman 2.000 pohon durian mandala king," katanya.

Selain kegiatan tersebut,  dalam rangka memeriahkan HUT ke-1 Batalyon Mandala Yudha Kostrad, dilaksanakan Fun Run di Perumahan Citra Maja Raya, Kecamatan Maja. "Diikuti peserta 1.500 orang ," katanya.

Ketua Pokja Batalyon Mandala Yudha Kostrad Kolonel Inf Elkines Vilando menuturkan, pembentukan Batalyon Mandala Yudha Kostrad dilatarbelakangi spektrum ancaman kedaulatan NKRI semakin kompleks. "Perang asimetris (pertikaian terjadi tidak menggunakan senjata fisik melainkan ide-ide untuk menjatuhkan lawan menggunakan strategi-strategi modern) perlu disikapi serius. Salah satunya pembentukan batalyon kuat. Konsep satuan diawaki prajurit profesional terpilih memiliki intelektual lebih baik," katanya.

Lebih lanjut Elkines mengungkapkan, satuan yang dibentuk tangguh dalam berbagai medan pertempuran di masa depan. Satuan tempur memiliki efek penggetar lawan. "Tugas satuan ini harus mampu memerangi senjata negara lain. Masuk (mengganggu kedaulatan NKRI) hajar," katanya.

Batalyon Mandala Yudha Kostrad juga disiapkan menghadapi serangan senjata pemusnah massal. "Harus memiliki senjata berteknologi tinggi, harus mampu memerangi dunia cyber, mampu memerangi teroris, ekstremis termasuk sabotase. Lalu kenapa batalyon di kembangkan di sini, ke depan akan banyak daerah obyek vital nasional ada di Provinsi Banten," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook