Akibat Portal Jalan, Dua Warga Perumahan Berselisih

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 11 Desember 2018 - 15:10:44 WIB   |  dibaca: 300 kali
Akibat Portal Jalan, Dua Warga Perumahan Berselisih

PROYEK BESAR : Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PU PR Basuki Hadimuljono, didampingi Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany melihat miniatur Hunian TOD di Stasiun Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Senin (10/12).

KOTA TANGSEL - Pemasangan portal jalan di Perumahan Adena Graha Raya, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Sepong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengakibatkan dua warga perumahan berselisih.

Perselisihan itu berawal dari penolakan warga Perumahan Pondok Jagung 2 yang keberatan dengan pemasangan portal jalan itu. Sementara warga Perumahan Adena Graha Raya bersikukuh pemasangan portal jalan sudah sesuai dengan master plan perumahan tersebut.


Salah seorang warga Perumahan Pondok Jagung 2, Edward mengatakan, warga Perumahan Pondok Jagung 2 keberatan dengan pemasangan portal jalan di Perumahan Adena Graha Raya, karena warga Perumahan Pondok Jagung harus memutar arah bila akan keluar komplek.

“Sejak jalan Perumahan Adena Graha Raya diportal, warga Perumahan Pondok Jagung 2 harus mutar jalan dengan jarak yang cukup jauh untuk keluar komplek,” kata Edward kepada wartawan saat ditemui di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel, Senin (10/12).


Aspirasi warga Perumahan Pondok Jagung 2, lanjut Edward, sudah disampaikan kepada Satpol PP Kota Tangsel untuk membongkar portal jalan itu. Namun, kata Edward, surat untuk membongkar portal jalan yang diajukan Satpol PP Kota Tangsel kepada warga Perumahan Adena Graha Raya tidak pernah digubris. bahkan, hingga tiga kali surat dilayangkan. “Kami dari warga Perumahan Pondok Jagung 2 meminta Satpol PP bertindak tegas untuk membongkar portal jalan,” ujarnya.


Ditemui terpisah, Ketua RW 010 Perumahan Adena Graha Raya, Budiono membenarkan, Satpol PP Kota Tangsel sudah melayangkan SP pertama, kedua, dan ketiga agar warga membongkar portal jalan. Namun, katanya, warga Perumahan Adena Graha Raya menolak untuk membongkar portal jalan.

Menurut Budiono, penolakan pembongkaran portal jalan didasari aspek faktual dan yuridis. Aspek faktual yang dimaksud, lanjut Budiono, ialah keberadaan Kompleks Adena adalah berkonsep cluster seperti yang disampaikan oleh pengembang Jaya Real Property.


Selain itu, site plan yang ada juga jelas bahwa di situ ada portal permanen. "Kami akan lawan sampai kapanpun dan kami siap memperkarakannya secara hukum. Jika ada yang membongkar portal jalan," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Perundang-undangan Satpol PP Kota Tangsel, Oki Rudianto mengatakan, Pemkot Tangsel sudah berupaya maksimal mencarikan jalan keluar yang terbaik untuk dua warga perumahan yang berselisih tersebut. Namun, beberapa kali mediasi yang langsung dipimpin Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dengan perwakilan dua warga perumahan tidak menemui titik temu. “Kami sudah sesuai prosedur, sudah beberapa kali dimediasi oleh Ibu Walikota, hingga kini tidak menemukan solusi,” katanya.


Oki menyarankan, perwakilan warga dua perumahan untuk menggelar bermusyawarah kembali agar persoalan portal jalan bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, namun bila musyawarah kembali gagal silahkan warga membawa persoalan itu ke ranah hukum. “Jalan terakhir jika musayawarah tidak menemui kesepakatan, silahkan adukan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Biar PTUN nanti yang memutuskan,” pungksanya. (mg/imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook