Agus Mulyana Jadi Dirut bank bjb

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Kamis, 13 Desember 2018 - 12:17:12 WIB   |  dibaca: 291260 kali
Agus Mulyana Jadi Dirut bank bjb

BERKEMBANG PESAT : Direktur Utama Bank bjb Agus Mulyana (dua dari kanan) berjabat tangan dengan Ahmad Irfan selaku Direktur Utama Bank bjb lama (kanan) usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2018 di Grand Ballroom Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Selasa (11/12).

BANDUNG – PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten, Tbk. (IDX: BJBR) menunjuk Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko bank bjb Agus Mulyana sebagai Direktur Utama bank bjb. Penetapan Agus Mulyana ini setelah perseroan memberhentikan Ahmad Irfan selaku Direktur Utama bank bjb dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2018 di Grand Ballroom Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Selasa (11/12).


RUSP LB ini juga, pemegang saham menyetujui perubahan pengurus Perseroan yaitu memberhentikan dengan hormat Agus Gunawan selaku Direktur Komersial dan UMKM bank bjb seiring dengan wafatnya beliau pada tanggal 9 November 2018.“Selain itu, pemegang saham menyetujui memberhentikan dengan hormat Komisaris Utama Independen bank bjb Bapak Klemi Subiyantoro beserta dua Komisaris Independen bank bjb Bapak Rudhyanto Mooduto dan Bapak Suwarta,” kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary M. As’adi Budiman secara tertulis kepada Banten Raya.

 

Untuk selanjutnya, Suartini selaku Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb melaksanakan tugas dan tanggung jawab Direktur Komersial dan UMKM bank bjb.“Adapun pengurus lainnya tidak mengalami perubahan yaitu Ibu Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Ibu Fermiyanti sebagai Direktur Operasional dan Bapak Muhadi sebagai Komisaris bank bjb dan Bapak Yayat Sutaryat sebagai Komisaris Independen bank bjb,” katanya.


Agenda acara tahunan tersebut tersebut di antaranya membahas terkait penambahan modal perseroan tanpa hak memesan efek terlebih dahulu, perubahan pengurus perseroan, dan perubahan anggaran dasar perseroan sehubungan dengan usulan dari Pemerintah Provinsi Banten.  Acara ini dihadiri oleh para pemegang saham, segenap jajaran direksi dan dewan komisaris bank bjb.

“Kegiatan ini merupakan salah satu agenda yang dilaksanakan oleh Perseroan dan diharapkan dapat mewujudkan serta menyelaraskan seluruh program yang ada di Pemerintah Provinsi, Kota, Kabupaten di Jawa Barat dan Banten,” katanya.


Hingga periode Triwulan III Tahun 2018, bank bjb berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh sebesar 25,4 persen year on year. Total Aset bank bjb tercatat sebesar Rp114,1 triliun. Sedangkan soal Net Interest Income, bank bjb berhasil tumbuh sebesar 4,1 persen year on year. Terkait Fee Based Income, bank bjb berhasil tumbuh secara signifikan sebesar 23,2 persen year on year. 

“bank bjb juga berhasil menyalurkan kredit dengan total kredit sebesar Rp74,6 triliun. Berkaitan dengan penyaluran kredit itu, bank bjb berhasil menjaga kualitas kredit dengan Non Performing Loan  (NPL) pada level 1,58 persen. Rasio NPL ini lebih baik dibandingkan catatan OJK mengenai NPL industri perbankan yang berada di level 2,74 persen per Agustus 2018,” katanya.

Adapun kinerja saham bank bjb (BJBR) termasuk ke dalam Indeks LQ-45 dengan posisi per tanggal 10 Desember 2018 ditutup pada angka Rp. 2.010,- per lembar saham. Hal ini menunjukan BJBR diakui sebagai salah satu saham dengan transaksi yang liquid di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pelaksanaan Program PMT HMETD telah disetujui dan akan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan terbuka Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Jangka waktu pelaksanaan PMT HMETD paling lambat 2 tahun terhitung sejak RUPSLB, dimana dana yang akan diperoleh sebanyak-banyaknya adalah sebesar Rp. 684.190.000.000,- yang nantinya akan digunakan untuk ekspansi kredit.

Dalam agenda Penambahan Modal Perseroan tersebut, Pemerintah Daerah yang belum memiliki saham bank bjb serta pemegang saham Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota di Jawa Barat serta Pemerintah Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten menyatakan minatnya untuk membeli saham baru yang akan dikeluarkan oleh Perseroan yaitu Pemeritah Kabupaten

Pangandaran, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Pemerintah Kota Serang menyatakan minatnya untuk membeli saham baru yang akan dikeluarkan oleh Perseroan. Adapun pemegang saham lainnya, yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota di Jawa Barat dan Banten yang telah memiliki saham juga menyatakan minat untuk menyertakan tambahan modalnya di bank bjb.

Dalam agenda selanjutnya, para pemegang saham seri A juga menyatakan minatnya untuk membeli saham seri A milik Pemerintah Provinsi Banten yang akan dilepas oleh Pemerintah Provinsi Banten dan dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan ketersediaan anggaran dalam APBD serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Adapun mengenai usulan dari Pemerintah Provinsi Banten untuk menghilangkan nama Banten dalam Anggaran Dasar Perseroan tidak disetujui oleh mayoritas pemegang saham yang hadir, sehingga nama Perseroan tetap PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk.(ismet)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook