Pemuda Tak Tertarik Berwirausaha

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 14 Desember 2018 - 11:32:34 WIB   |  dibaca: 210 kali
Pemuda Tak Tertarik Berwirausaha

CINDERAMATA : Ketua FKP Kota Cilegon, Imam Imadul memberikan cendramata kepada salah satu fasilitator dalam acara pelatihan kewirausahaan pemuda di Villa Ternak Cikerai, Kamis (13/12).

CILEGON – Partisipasi pemuda dalam bidang ekonomi atau kewirausahaan di Kota Cilegon ternyata masih minim. Jumlah wirausaha muda hanya berkisar 6 ribu orang atau 3 persen dari jumlah usia muda sebanyak 200 ribu orang.


Ketua Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kota Cilegon, Imam Imadul Mausuk mengatakan, angka 3 persen merupakan angka yang sangat minim. Kebanyakan pemuda di Kota Cilegon masih memiliki mainset untuk bekerja di industri, sehingga sedikit pemuda yang ingin berwirausaha. Padahal secara peluang, berwirausaha di Kota Cilegon sangat terbuka lebar.

“Angkanya kurang lebih hanya 3 persen dari kurang lebih menurut data jumlah pemuda sebanyak kurang lebih 200 pemuda. Angka ini sangat minim,” katanya dalam acara pelatihan wirausaha muda di Villa Ternak Cikerai, Kamis (13/12).


Imam menambahkan, selain kendala mainset, keterbatasan adanya pelatihan-pelatihan, serta konsep yang berkelanjutan membuat pemuda belum tertarik untuk berwirausaha. “Kami secara perlahan mencoba untuk membangun konsep pelatihan, inkubasi serta berbagai hal untuk meningkatkan angka partisipasi pemuda dalam prekonomian dan kewirausahaan,” imbuhnya.


Imam mengungkapkan, banyak manfaat yang bisa diberikan jika satu pemuda saja punya usaha. Sebab, dengan memiliki usaha peluang untuk mengajak orang lain bekerja bisa terbuka lebar. “Sekarang ini (Banten) kita nomor satu di Indonesia jumlah pengagguranya, kalau satu pemuda saja bisa mempekerjakan lima orang, saya yakin pengangguran akan menurun, terutama di Kota Cilegon,” ungkapnya.


Salah satu pemateri yang juga owner Villa Ternak Cikerai, Hari Bowo menyampaikan, penyebab utama minimnya minat usaha pemuda adalah karena soal mental atau mainset. Atas dasar itu, pemerintah memiliki tugas untuk menciptakan forum-forum diskusi dan pelatihan untuk pemuda, sehingga pemikirannya bisa bergeser.

Pemerintah, tidak usah memberikan bantuan uang dan alat. Sebab, problem utama sekarang adalah soal mainset yang harus diubah. “Mainsetnya dulu yang terus-menerus dibenahi. Tidak usah memberikan bantuan apa-apa kalau pemerintah. Cukup mentalnya yang dibenahi,” tegasnya.


Bowo juga menyatakan, tantangan ke depan bagi wirausaha muda akan lebih kompleks. Sebab, dunia usaha sekarang ini bukan hanya soal produk dan pasar nyata. Butuh keterampilan dan pengetahunan digital yang harus dikuasai. “Eranya harus ikut perkembangan, sekarang ini digitalisasi produk sudah dimulai,” pungkasnya.(uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook