Jalan Raya Merak dan Anyer Paling Rawan Kecelakaan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 14 Desember 2018 - 11:35:20 WIB   |  dibaca: 371 kali
Jalan Raya Merak dan Anyer Paling Rawan Kecelakaan

WASPADA : Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Raya Merak, tepatnya perempatan lampu merah Kampus Untirta Cilegon, Kamis (13/12).. Jalur ini menjadi salah satu yang rawan kecelakaan lalu lintas.

CILEGON - Jalan Raya Merak dan Anyer dinilai paling rawan terhadap kecelakaan laulintas (Lakalantas). Pada perayaan Natal 2108 dan Tahun Baru 2019, Satlantas Polres Cilegon akan memfokuskan pengamanan di dua jalur tersebut agar korban tewas akibat lakalantas tidak bertambah.


Berdasarkan data Satlantas Polres Cilegon, hingga November 2018, telah terjadi lakalantas sebanyak 104 kasus dengan korban meninggal dunia (MD) 55 orang, luka berat (LB) 14 orang, dan luka ringan (LR) 102 orang. Sementara untuk kerugian materi (M) sekitar Rp 226 juta. Kasus lakalantas didominasi oleh pengendara roda dua.


Kasatlantas Polres Cilegon, AKP Iwan Nurfrianto mengatakan, jalur Merak dan Anyer menjad wilayah yang rawan terhadap lakalantas. Oleh karena itu, pihaknya menaruh perhatian pada kedua jalan tersebut dengan melakukan sosialisasi agar pengendara tertib berlalu lintas. “Kami sudah sering mengimbau dengan pemasangan spanduk terkait pengunaan alat pengaman, seperti helm dan berhati-harti dalam berkendara,” kata Iwan di Mapolres Cilegon, Kamis (13/12).

Lebih lanjut Iwan mengatakan, saat ini pihaknya juga sedang melakukan perisapan pengamanan arus pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Jalur yang biasanya ramai seperti Jalan Raya Merak saat ini kondisinya sudah mulus dan siap dilalui pemudik yang hendak menuju Sumatera. Begitu juga dengan Jalan Raya Anyer, yang biasanya ramai saat malam pergantian tahun. “Dua jalan tersebut menjadi perhatian kami, dan pengamanan arus Nataru sudah kami siapkan,” ucapnya.


Ditambahkan Iwan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder dalam pengamanan itu, seperti PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak, Kodim 0623 Cilegon, PT Astra Infra Toll Road Tanerang-Merak, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon. Pihaknya juga menyiapkan tujuh Pos Pengamanan (Pospam) di sepanjang jalur menuju Merak dan Anyer.


“Pada masa libur Nataru, kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan losbak untuk berwisata, karena kendaraan barang tersebut sangat berbahaya untuk mengangkut penumpang. Biasanya saat musim libur seperti Natal dan Tahun Baru banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan losbak,” tambahnya.

Terkait lakalantas 2018, kata Iwan, jumlahnya turun dibandingkan lakalantas pada 2017. Pada tahun sebelumnya itu, jumlah lakalantas tercatat sebanyak 140 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 88 orang, luka berat 4 orang, dan luka ringan sebanyak 105 orang, serta jumlah kerugian materi Rp 264 juta. "Jadi, pada tahun ini mengalami penurunan kejadian kecelakaan,” urainya.

Menurut Iwan, kecelakaan terbanyak dialami oleh kendaraan roda dua. Korban kecelakaan roda dua juga mayoritas pelajar yang usianya masih belasan tahun. “Penyebabnya didominasi oleh human eror, ketidak hati-hatian pengendara, tidak mematuhi aturan lalu lintas, seperti penggunaan helm atau melawan arus,” paparnya.

Ditemui terpisah, General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Fahmi Alweni mengatakan, pihaknya telah siap menyambut arus Nataru 2018. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti kepolisan, TNI, Kantor Syahnbandar dan Otoritas Pelabuhan (KOSP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), dan yang lainnya. Pihaknya akan mengoperasikan enam dermaga. “Dermaga yang ada itu tujuh, tapi minus dermaga IV yang tidak bisa digunakan karena dalam proses perbaikan rutin,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada dari 69 unit kapal, yang siap operasi hanya 64 kapal saja. Namun, saat puncak arus Nataru yaitu 24 Desember sampai selesainya arus Nataru kapal berukuran di bawah 5.000 gross tonase dilarang operasi.

Jadi hanya kapal yang berukuran besar, agar kendaraan yang masuk ke kapal banyak dan tidak membuat antrean membludak. “Kami juga berkoordinasi dengan BMKG (Badan Meteorlogi Klimatologi dan Goefisika) terkait dengan cuaca laut saat arus Nataru. Prediksi kenaikan penumpang sekitar lima sampai tujuh persen,” jelasnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook