Sah, Sewa Lahan TTM Rp 3 Miliar Per Tahun

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 14 Desember 2018 - 11:45:43 WIB   |  dibaca: 238 kali
Sah, Sewa Lahan TTM Rp 3 Miliar Per Tahun

KERJA SAMA : Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi dan Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi menunjukkan nota MoU antara Pemkot Cilegon dan PT ASDP Indonesia ferry, di Jakarta, Senin (10/12).

CILEGON - Pemkot Cilegon telah melakukan penandatangan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak terkait pemanfaatan lahan di belakang Terminal Terpadu Merak (TTM).


Penandatanganan MoU dilakukan antara Pelaksana Tugas Walikota (Plt) Walikota Cilegon, Edi Ariadi dan Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi dilakukan pada Senin (10/12) lalu di Jakarta. Edi mengatakan, pendatangan kerjasama antara Pemkot Cilegon dan ASDP terkait kerjasama lahan di belakang TTM.

Lahan sekitar 2,5 hektar di belakang terminal itu akan disewakan ke ASDP guna menunjang operasional Dermaga VI Pelabuhan Merak yang dijadikan dermaga eksekutif. “Kerjasama dalam bentuk penyewaan lahan,” kata Edi ditemui usai menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Cilegon di Aula Setda Kota Cilegon, Kamis (13/12).

Edi menjelaskan, dari kerjasama tersebut Pemkot Cilegon bisa meraup Rp 3 miliar dalam setahun dari sewa lahan tersebut. Selain dari sewa lahan, Pemkot Cilegon juga masih bisa meraup pendapatan dari sektor lain, seperti parkir maupun pengelolaan pedagang di sekitar pelabuhan. “MoU kemarin masih secara umum saja, nanti kan ada perjanjian kelanjutan untuk pembahasan poin-poin lain yang dikerjasamakan,” terangnya.

Menurut Edi, penilaian sewa lahan sekitar Rp 3 miliar telah melalui kajian oleh tim appraisal. Nilai tersebut dinilai sepadan untuk menggantikan pendapatan Pemkot Cilegon dari TTM yang hilang sejak awal 2017, karena penyerahan aset TTM ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Dulu setelah berlakunya Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, aset TTM kan diserahkan ke Kemenhub karena terminal tipe A. Dari itu, pendapatan retribusi terminal sekitar Rp 2 miliar hilang, sekaranga akan ada gantinya,” paparnya.

Ditambahkan Edi, tim penghitungan aset dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Bagian Hukum Cilegon masih melakukan kajian kembali untuk melakukan penghitungan potensi pendapatan yang dapat digali. “Mudah-mudahan setelah dua tahun kehilangan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang hilang sejak selama dua tahun bisa kembali diraih lagi pada 2019 nanti,” harapnya.

Sementara itu, Humas PT ASDP Indonesia Ferry, Mario Sardadi Oetomo mengatakan, MoU dilakukan menjelang operasional Dermaga VI Pelabuhan Merak sebagai dermaga eksekutif. Penandatangan MoU pada awal pekan lalu, akan ditindaklanjuti untuk perjanjian secara khusus poin-poin yang akan dikerjasamakan. “ASDP sewa lahan ke Pemkot Cilegon untuk area parkir, tempat-tempat pedagang, dan akses masuk dermaga eksekutif, karena dermaga eksekutif bersinggungan dengan lahan Pemkot Cilegon yang di belakang Terminal Merak,” ujarnya.

Mario pun mengatakan, dermaga eksekutif Pelabuhan Merak akan segera dioperasikan pada angkutan Natal dan Tahun Baru. Pihaknya telah melakukan ujicoba operasional pada Rabu (12/12) lalu. “Dengan dermaga eksekutif tersebut nantinya akan ada pilihan bagi pengguna layanan penyeberangan. Dermaga eksekutif diisi kapal-kapal cepat yang waktu penyeberangan hanya sekitar satu jam saja,” ujarnya. (gillang)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook