Produksi Aren Lebak Tembus 1.346 Ton

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Jumat, 14 Desember 2018 - 12:58:39 WIB   |  dibaca: 359 kali
Produksi Aren Lebak Tembus 1.346 Ton

DIPASARKAN : Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid (tengah) disaksikan Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan RI Dudi Gunadi menyerahkan sertifikat kepada perajin gula aren asal Kabupaten Lebak, di Auditorium Distanak Provinsi Banten, Kamis (13/12).

SERANG - Produksi gula aren asal Kabupaten Lebak hingga kini telah tembus 1.346 ton per tahun dengan menempati luas lahan 2.454 hektar.Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, produksi gula aren tersebut berkembang di Kecamatan Malingping, Cijaku, Cigemblong, Cihara, Panggarangan, Bayah, Cilograng, Cibeber, Sobang, dan Muncang.

Adapun untuk produksi aren di Kabupaten Lebak  dalam sebulan sebanyak 30 ton.“Alhamdulillah setelah ditemukannya varietas aren Banten, produktifitas yang setahun dua ton tahun depan kami harapkan  bisa meningkat lagi,” kata Agus M Tauchid kepada wartawan usai penyerahan Letter Of Internet (LOI) dan penandatangan  perjanjian kerjasama penjualan aren

organik antara Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Kementrian Pertanian, Kelompok Usaha Bersama  (KUB) Mandala, Kelompok Usaha Bersama Mandiri dengan PT Okouiri Bumi Nusantara selaku trader eksportir gula aren organik, di Auditorium Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (13/12).


Agus menuturkan, jumlah produksi aren tersebut akan terus digenjot untuk memenuhi pasar domestik dan mancanegara.“Ternyata aren di Banten sudah berkembang hebat sekali (signifikan). Karena produk aren itu bukan lagi warisan dari hewan careh (musang), tapi aren sudah dibudidayakan,” katanya.


Menurut Agus, selain sebagai komoditas unggulan daerah Provinsi Banten, aren juga sebagai salah satu komoditas yang mendukung perekonomian daerah dan memberikan dampak positif dalam pelaksanaan maupun pengelolaan dari hulu sampai dengan hilir.


“Hal ini karena aren merupakan komoditas perkebunan ungulan daerah yang mampu berkontribusi dalam pendapatan petani/masyarakat, kesejahteraan dan pendukung ekspor non migas serta dapat menciptakan kesempatan kerja, pembangunan daerah pedesaan dan penanggulangan kemiskinan secara dini serta memiliki peran dalam kedaulatan pangan di Provinsi Banten,” katanya.


Dalam pengembangannya, komoditas aren di Banten masih jauh dibanding wilayah lain untuk luas arealnya. Namun dalam perkembangannya cukup signifikan.“Hal itu terlihat dengan adanya komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat yang terus menerus berupaya menambah luas areal pengembangan aren dengan dukungan teknologi budidaya yang lebih baik untuk kesejahteraan petani atau pekebun, masyarakat pada umumnya,” katanya.


Menurut Agus, dukungan teknologi dan inovasi terhadap pengembangan komoditas aren sangat dibutuhkan, hal ini semata-mata untuk mendapatkan produk aren yang berkualitas di Provinsi Banten yang kita jadikan branch atau icon ataupun ciri khas tersendiri sebagai komoditas unggulan daerah Banten.


“Berdasarkan data jumlah areal aren 3.080 hektar mampu menghasilkan produksi 3.292 ton per tahun dengan produktivitas 2.050 kilo gram (Kg) per tahun. Artinya keberhasilan yang didapat mampu memberikan dukungan nyata terhadap prospek ke depan, sehingga pangsa pasar yang semakin terbuka bisa menjadi solusi dalam pemanfaatan produksi aren,” katanya.


sebagai solusi dari kondisi tersebut pelaksanaan letter of inten (loi) dan perjanjian kerjasama penjualan produk organik aren menjadi bagian penting sebagai keberhasilan pengembangan komoditas.“Kami menyambut baik upaya dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk bisa bersinergi untuk pengembangan komoditas aren di Provinsi Banten,” katanya.

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook