Alat Baru, Gantole Optimistis Tambah Emas

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Jumat, 21 Desember 2018 - 11:51:49 WIB   |  dibaca: 255 kali
Alat Baru, Gantole Optimistis Tambah Emas

ALAT BARU : Tim gantole Banten mendapatkan pesawat baru untuk persiapan Pra PON.

SERANG – Cabang olahraga (Cabor) gantole semakin percaya diri menghadapi babak kualifikasi PON 2019 mendatang. Pasalnya cabor gantole mendapatkan bantuan peralatan baru berupa pesawat baru paramotor dari KONI Banten.

Diharapkan prestasi cabor gantole semakin lebih baik lagi pada PON XX 2020 di Bumi Cendrawasih Papua. Sekadar diketahui, pada PON XIX 2016 di Jawa Barat, cabor gantole menyumbangkan satu emas dan satu medali perak.


Pelatih sekaligus atlet gantole Banten, Aji Enoh, mengatakan, pihaknya optimistis mampu mempersembahkan pundi-pundi medali minimal satu emas di Papua mendatang. “Dengan adanya bantuan pesawat baru (paramotor). Latihan bisa tambah maksimal. Saya percaya bisa menjaga tradisi medali emas dan syukur-syukur menambah satu emas dibandingkan PON XIX Jawa Barat,” kata Aji kepada wartawan usai cek alat di Kantor KONI Banten.


Ia menjelaskan, alat baru yang didapat memang sangat dibutuhkan. Di Papua nanti, pertandingan tidak menggunakan metode lompat dari tebing melainkan aero towing. Jadi dibutuhkan pesawat paramotor untuk menarik atlet dari landasan pacu. “Sebenarnya bisa saja sewa alat, tapi mahal dan tidak efisien. Jadi lebih baik minta dibelikan saja. Sehingga nantinya atlet sudah terbiasa,” jelas dia.


Aji menyebutkan, alat baru tersebut diimpor dari Australia seharga Rp 1,1 miliar tersebut diharapkan dapat digunakan hingga pelaksanaan PON XXI. Serta lebih efektif dan efisien untuk menjadi alat latihan bagi atlet gantole Banten. “Kalau punya sendiri kan puas latihannya, bahkan sampai PON setelah Papua masih bisa dipakai. Alat ini hanya untuk latihan, sementara saat pertandingan menggunakan peralatan dari PB FASI,” ucapnya.


Wakil Ketua KONI Banten, Engkos Kosasih, mengatakan, dengan adanya bantuan alat baru, gantole bisa meraih medali emas yang lebih banyak. “Jika pada PON XIX hanya satu emas dan satu perak, syukur-syukur di PON XX jadi dua atau tiga emas. Bantuan tidak hanya diberikan ke gantole saja, tapi juga ke cabor lainnya,” ujar Engkos. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook