2019, Guru ASN SKh ditertibkan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Rabu, 09 Januari 2019 - 14:51:55 WIB   |  dibaca: 346 kali
2019, Guru ASN SKh ditertibkan

BELAJAR : Peserta didik Sekolah Pendidikan Khusus (Skh) Negeri 02 sedang mengikuti belajar mengajar di dalam kelas, Selasa (8/1) kemarin.

SERANG – Kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten untuk menertibkan guru aparatur sipil negara (ASN) Sekolah Khusus (SKh) Negeri sudah berlaku tahun ini.
Salah satunya di SKh Negeri 02 Serang, pada kegiatan belajar mengajar di awal Tahun 2019 ini diisi dengan sejumlah guru ASN. Kepala SKh 02 Negeri Serang Nani Wiratni mengatakan, hari pertama kegiatan belajar mengajar pada awal Tahun 2019 ini diikuti dengan mengajarnya 20 guru ASN di SKh 02 Negeri Serang.

Dengan demikian, kata Nani, sudah tidak ada guru ASN SKh yang mengajar di SKh swasta. Karena, keberadaan guru ASN SKh sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.“Jumlah total yang kembali mengajar di SKh Negeri 02 Serang sebanyak 20 guru ASN, mereka semuanya sudah mendapatkan rombongan belajar masing-masing,” kata Nani kepada Banten Raya, Selasa (8/1).

Nani menuturkan, kendati sudah banyak yang kembali mengajar di SKh Negeri 02 Serang, namun pihaknya masih kekuranga dua guru untuk dua rombongan belajar, yaitu pada kelas SMA dan anak berkebutuhan khusus autis.


Namun, sambung Nani, pihaknya tetap akan mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan system satu siswa diajar oleh satu guru untuk kelas autis. Idealnya satu siswa diajar oleh dua guru.“Kembalinya guru ASN mengajar di SKh Negeri 02 Serang ini memang sudah sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Nani menjelaskan bahwa berdasarkan aturan yang berlaku penerimaan peserta didik baru pada jenjang pendidikan khusus tidak terbatas dengan penerimaan peserta didik baru pada jenjang pendidikan SMA dan SMK.

Artinya, lanjut Nani, SKh Negeri dan swasta bisa menerima peserta didik baru ditengah kegiatan belajar mengajar. Karena kurikulum yang digunakan pada SKh adalah pendidikan khusus. “calon peserta didik akan diasesmen terlebih dahulu. Sejauh mana kemampuan calon peserta didik baru tersebut,” ujarnya.“Hasil dari asesmen tersebut akan menentukan program pembelajaran yang akan diikuti peserta didik tersebut, karena setiap individu peserta didik memiliki kebutuhan yang berbeda,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dindikbud Banten akan menertibkan puluhan guru ASN SKh yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Menurut Arkani Kepala Bidang Pendidikan Khusus pada Dindikbud Banten, penertiban ini salah satu upaya Dindikbud Banten dalam melakukan reformasi birokrasi dikalangan guru ASN untuk SKh di Banten.

“Saat ini penempatan guru SKh di Provinsi Banten masih belum berimbang sesuai dengan kebutuhan, oleh karena itu dibutuhkan regulasi untuk mengatur penempatan guru-guru tersebut,” kata Arkani kepada Banten Raya di ruang kerjanya, kemarin.

Ia mengaku, lebih dari 92 guru SKh tersebar di delapan kabupaten/kota se-Banten. Para guru ini mengajar di SKh negeri dan swasta. Sedangkan ada beberapa kabupaten/kota di Banten, yang belum memiliki SKh negeri.“Sedangkan Pak Gubernur sangat konsen dalam dunia pendidikan, sehingga arah kebijakan Pak Gubernur meminta kepada kami untuk membangun SKh negeri baru di kabupaten/kota yang belum memiliki SKh negeri,” ungkapnya.“Karena banyak guru yang ada saat ini menunggu pembangunan tersebut, agar bisa mengajar di SKh negeri,” sambung Arkani.

Tidak hanya itu, lanjut Arkani, Dindikbud Banten juga akan meminta guru ASN SKh untuk melakukan fingerprint untuk memantau kehadiran dalam bekerja. Terkait volume mengajar agar memenuhi standar sertifikasi, Arkani menjelaskan, akan memberikan jam ngajar kepada guru ASN untuk mengajar di SKh swasta.“Namun pihak sekolah meminta izin kepada Dindikbud Banten. Nanti Dindikbud Banten melalui kantor cabang dinas (KCD) yang akan menentukan regulasi kebutuhan guru tersebut,” ujarnya.

Adapun penentuan untuk regulasi pembagian guru, kata Arkani, akan melihat radius terdekat rumah guru dengan sekolah. Namun tidak menutup kemungkinan guru yang berada di Tangerang Raya, akan mengajar di Kabupaten Lebak jika dibutuhkan.“Karena pemindahan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi guru yang yang dibutuhkan. Sehingga pendidikan SKh akan lebih bermutu,” tegasnya.

Masih kata Arkani, penertiban ini akan berlaku dua pecan mendatang, sedangkan sosialisasi sudah dilakukan satu bulan yang lalu. Agar penertiban ini berjalan lancer, pihaknya menggunkaan system klaster untuk memudahkan pemetaan kebutuhan guru. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook