Pasar Padarincang Belum Bisa Ditempati

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 09 Januari 2019 - 15:20:40 WIB   |  dibaca: 129 kali
Pasar Padarincang Belum Bisa Ditempati

MASIH MENUNGGU : Bangunan Pasar Padarincang sebagaian sudah rampung dibangun di Desa Kadebeureum , Kecamatan Padarincang, kemarin.

SERANG – Pembangunan Pasar Padarincang tahap pertama sudah selesai dilaksanakan oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang. Namun pasar itu belum bisa ditempati karena masih menunggu pembangunan tahap dua yang akan dilaksanakan tahun 2019 ini. Pasar Padarincang diprediksi baru bisa dioperasikan pada 2020 tahun depan.

“Itu (pembangunan-red) baru tahap satu, nanti tahap dua ada lagi dari APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah), yang kemarin itu bantuan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Itu kan ada 200-an kios di pasar lamanya, jadi kita harus membangun sejumlah itu lagi,” kata Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/1).

Ia menjelaskan, pada tahap satu, baru terbangun 60 kios dan sejumlah los. Sedangkan pada pembangunan tahap dua ditargetkan terbangun 200 kios lebih.  “Yang bantuan dari pusat itu Rp6 miliar, dari APBD Rp4 miliar. Kalau anggarannya sudah turun, kita lelangkan. Kita harapkan akhir 2019 ini sudah selesai 100 persen baru tahun 2020 sudah bisa ditempati,” ujarnya.

Anggaran Rp4 miliar tersebut, lanjutnya, diperkirakan hanya bisa untuk membangun kios dan los dan belum bisa membangun jalan masuk ke pasar. “Mungkin untuk bangun jalan masuknya kita minta bantuan dinas PU (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang). Kita juga minta pendampingan TP4D (tim pengawal, pengamanan pemerintah dan pembangunan daerah) selama proses pembangunan,” tuturnya.

Mantan Staf Ahli Bupati Serang itu menuturkan, sebelum los dan kios tahap dua selesai dibangun, untuk sementara pasar dibiarkan dulu. “Dari kementerian sudah mengontrol dan bilang sudah bagus, bahkan dari kementerian minta Bapak Presiden (Joko Widodo-red) yang meresmikan tapi kan tahap keduanya belum selesai. Kemudian kalau diresmikan pedagangnya harus sudah menempati,” paparnya.

Wahid mengatakan, pasar tipe A itu nantinya akan dibuat konsep semua pedagang termasuk pedagang kaki lima berjualan di dalam pasar dan tidak ada yang di luar pasar. “Saya sudah mengedarkan surat kepada desa, camat, Polsek, dan Danramil supaya tidak ada jual beli kios dan lain sebagainya, tapi penempatanya sesuai dengan data yang kami punya. Untuk jumlah los itu hampir 300 unit,” ungkapnya.

Ia juga berharap, Kemendag juga dapat memberikan bantuan lagi untuk membangun pasar lain di Kabupaten Serang. Pasalnya, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun pasar cukup besar. “Kita terus terang saja membangun dua pasar saja, seperti Padarincang dan Tunjung Teja kita menghabiskan dana Rp9 miliar, sedangkan APBD kita kan terbatas,” tuturnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook