Pemkot Fasilitasi Aplikasi Ojek Pangkalan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 10 Januari 2019 - 10:59:30 WIB   |  dibaca: 133 kali
Pemkot Fasilitasi Aplikasi Ojek Pangkalan

CILEGON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon saat ini sedang membuat aplikasi untuk ojek pangkalan yang ada di Kota Cilegon. Aplikasi  tersebut dibuat selain memanfaatkan kemajuan teknologi, juga agar ojek pengkaan bisa bersaing dengan ojek daring atau online yang saat ini sudah menjamur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Pembangunan dan Sarpraswil Pemkot Cilegon, Bayu Panatagama mengatakan, aplikasi yang dimaksud bisa digunakan oleh konsumen ojek pangkalan untuk pemesanan ojek. “Kami bersama Diskominfo (Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik) akan buat aplikasi untuk ojek pangkalan, agar para pelanggan ojek pangkalan bisa memesan ojek pangkalan layaknya ojek online yang saat ini sudah banyak ada di Cilegon,” kata Bayu kepada Banten Raya, Rabu (9/1).

Bayu menjelaskan, pembuatan aplikasi sendiri akan selesai dalam dua bulan kedepan. “Jadi sistemnya nanti ketika pelanggan ojek melakukan pemesanan, pangkalan terdekat yang akan mengambil penumpang dari lokasi pemesan. Penunjukan pengendara yang mengambil penumpang itu ditentukan koordinator pangkalan, sesuai dengan antrean pengemudi ojek. Operator aplikasi sendiri dari koordinator ojek pangkalan, sebab tidak semua pengemudi ojek pangkalan memunyai gadget dan bisa mengoperasikan,” jelas Bayu.

Bayu menjelaskan, aplikasi ojek pangkalan tersebut dibuat agar kemajuan teknologi juga dampaknya bisa dirasakan oleh pengemudi ojek pangkalan, yang mayoritas masyarakat menengah ke bawah. Saat ini beberapa pasar ojek pangkalan hilang karena hadirnya ojek online. “Ini upaya pemkot agar ojek pangkalan juga bisa dipesan lewat gadget.

Kami juga memfasilitasi beberapa pengemudi ojek pangkalan agar mendapat BPJS Ketenagakerjaan, dan sudah disetujui BPJS Ketenagakerjaan dibebaskan premi pada tiga bulan pertama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Ojek Pangkalan Cileon (POPC), Huri Masghuri mengatakan, setelah hadirnya ojek daring di Kota Cilegon sejak dua tahun lalu, konsumen ojek pangkalan berkurang. Bahkan, para pengemudi ojek yang biasanya mendapat penghasilan lebih dari Rp 100 ribu per hari, saat ini turun hanya sekitar Rp 50 ribu per hari. “Makanya kami minta kepada Pemkot Cilegon agar ojek pangkalan tetap mendapatkan pasar. Kata Pemkot Cilegon tahun ini akan dibuatkan aplikasi, kami berharap agar segera terealisasi.

Kalau pengemudi ojek pangkalan yang dibantu BPJS Ketenagakerjaan itu baru 408 orang, itu nantinya dapat meng-cover biaya pengemudi ojek ketika mengalami kecelakaan, meski kami semua tidak berharap adanya pengemudi ojek yang kecelakaan,” kata Huri saat bertemu DPRD Kota Cilegon, Rabu (9/1).

Huri menambahkan, saat ini pengemudi ojek pangkalan di Kota Cilegon jumlahnya sekitar 5.815 orang. Sementara untuk jumlah pangkalan sekitar 300 pangkalan. “Jumlah ini cukup banyak, jika pasar kami tergerus ojek online tentu pengangguran semakin banyak. Makanya kami berharap aplikasi yang dibuat Pemkot Cilegon segera jadi, agar pengemudi ojek pangkalan juga bisa mengambil pasar penumpang yang pesan ojek dari gadget,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon, Fakih Usman Umar mendukung adanya pembuatan aplikasi yang dilakukan Pemkot Cilegon untuk pengemudi ojek pangkalan. Sebab, ribuan pengemudi ojek tersebut terancam kehilangan pelanggan setelah hadirnya ojek berbasis teknologi.

Padahal, ribuan pengemudi ojek pangkalan tersebut merupakan tulang punggung keluarga. “Kita dukung Pemkot Cilegon untuk memfasilitasi keinginan pengemudi ojek pangkalan. Kehadiran teknologi yang semakin pesat tidak bisa dibendung, tapi dampak positif kehadiran teknologi harus dirasakan juga manfaatnya oleh pengemudi ojek pangkalan,” ucap Fakih saat menemui perwakilan ojek pangkalan di ruang kerjanya, kemarin. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook