BPJS KT Bayarkan Santunan 22 Korban Tsunami Banten

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Kamis, 10 Januari 2019 - 11:15:31 WIB   |  dibaca: 144 kali
BPJS KT Bayarkan Santunan 22 Korban Tsunami Banten

PEDULI : Deputi Direktur Wilayah Banten Teguh Purwanto menyerahkan santunan kepada ahli waris korban bencana tsunami Banten, Rabu (9/1).

SERANG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan membayarkan klaim santunan kepada 22 ahli waris korban bencana alam Tsunami Selat Sunda yang menjadi peserta BPJS-TK.Peneyerahan santunan diberikan langsung Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif kepada keluarga ahli waris di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, Rabu (9/1).

Penyerahan santuan ini disaksikan Deputi Direktur Pelayanan dan Pengembangan Kanal (PPK) BPJS Ketenagakerjaan Yasaruddin, Deputi Direktur Wilayah Banten Teguh Purwanto, Kepala Kantor Cabang Serang Muallif,  Kepala Kantor Cabang Bekasi Cikarang Ahmad Fathoni serta pihak keluarga penerima.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengungkapkan, sebanyak 22 peserta peserta BPSJ Ketenagakerjaan yang meninggal dunia itu bekerja saat melaksanakan tugas atau pekerjaannya. Sehingga kata dia, berhak menerima santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan."Dari 439 korban meninggal dunia dalam bencana tsunami Selat Sunda, peserta yang menjadi peserta BPJS TK ada 22 orang," kata Krishna Syarif saat penyerahan manfaat klaim program BPJS Ketenagakerjaam kepada ahli waris peserta korbam tsunami Selat Sunda.

Krishna menuturkan, bencana tsunami yang melanda kawasan pesisir pantai di daerah Banten dan Lampung pada hari Sabtu (22/12) malam sekitar Pukul 21.20 WIB mengakibatkan 439 orang meninggal dunia termasuk 22 korban diantaranya merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Akibat bencana tsunami itu, lanjut Krishna tak hanya menelan ratusan korban meinggal dunia, tapi juga meporakporandakan bangunan yang ada disekitar pesisir pantai."Maka disinilah peran BPJS Ketenagakerjaan mempunyai tanggung jawab memberikan bantuan dengan cepat kepada pesertanya yang mengalami musibah. BPJS harus cepat tanggap dan memproses secara cepat pula kewajiban yang harus diberikan kepada ahli waris seperti yang dilakukan saat ini," katanya.

Pada kesempatan itu, Krishna juga menyampaikan bela sungkawa dari Mananjemen dan seluruh Karyawan BPJS Ketenagakerjaan bagi keluarga keluarga yang menjadi korban bencana tsunami Selat Sunda."Saya mendoakan semoga almrhum yang menjadi korban bencana tsunami Selat Sunda diampuni dosa-dosanya dan khusnul khotimah. Kami menyadari sebagai lembaga kepanjangan pemerintah, kami punya tanggung jawab kepada seluruh peserta BPJS TK untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada peserta BPJS TK," ucap Krishna.

Pada kesempatan yang sama, Manajer HR PT Himalaya Nabeya Indonesia Didi Suardi, yang hadir dalam proses penyerahan manfaat klaim program BPJS Ketenagakerjaam kepada ahli waris, yang sekaligus mewakili karyawannya mengucapkan banyak terimakasih, karena pihak BPJS Ketenagakerjaan secara cepat dan mudah membayarkan santunan kepada keluarga ahli waris.

“Saya mewakili PT Himalaya Nabeya mengucapkan banyak terimakasih kepada BPJS Ketenagakerjaan, dengan sigapnya memberikan pelayanan yang terbaik, good customer service kepada perusahaan kami. Ketika kami mengurus segala sesuatunya amat sangat dipermudah. Itulah yang amat kami rasakan dari BPJS Ketenagakerjaan. Segala sesuanya tidak dipersulit dengan alas an ini dan itu, dan semunya mudah sekali,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan General Manager Tanjung Lesung Leasure Inds Widi Widiasmanto, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan karena proses penyerahanan santunan ke ahli sangat cepat.

Sementara itu, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Teguh Purwanto mengatakan, dengan adanya korban bencana tsunami mengalami kenaikan pembayaran klaim kenaikan cukup siginfikan, termasuk di Banten.“Tahun 2017 lalu total klaim yang kita bayarkan untuk di Banten sekitar Rp1,7 triliun, dan pada Tahun 2018 kita membayarkan Rp2,1 triliun. Artinya ada kenaikan sekitar Rp400 milyar atau 20 persen,” kitanya.

Adapun korban yang mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris korban bencana tsunami adalah Teti Susilawati karyawan Banten West Java menerima santunana Rp136,4 juta, Agus Dwi Parsetyo karyawan Banten West Java TDC menerima santunan Rp193,84 juta, Ahmada Aep Saefullah karyawan Himalaya Nabeya Indonesia menerima santunan Rp24 juta dan Ocang karyawan Tanjung Lesung Leasure Inds menerima Rp141,69 juta. (ismet)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook