Pemilik Tempat Hiburan Malam Dikumpulkan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 10 Januari 2019 - 14:29:11 WIB   |  dibaca: 252 kali
Pemilik Tempat Hiburan Malam Dikumpulkan

BANDEL : Para pemilik tempat hiburan malem diberi arahan oleh DInas Satpol PP Kabupaten Serang, Rabu (9/1).

SERANG – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang memanggil para pemilik tempat hiburan malam. Dari 17 orang yang dipanggil hampir separuhnya tidak datang. Tujuan dari pemanggilan tersebut, yaitu untuk menekankan agar para pemilik tempat hiburan mengurus seluruh perijinan yang dipersyaratkan. Pemanggilan juga dilakukan karena banyak pemilik tempat hiburan malam yang membandel.

Adapun 17 orang yang dipanggil, yaitu pemilik tempat hiburan Cafe King Oloan, Lapo Pardomuan, Star Queen, Betha atau Nada Mora, Moro Seneng, Kuda Laut, Parahyangan, Trinaga, Bravo, New Star, Nagoya, Roger, Dana Mas and Resto, Ojolali atu Arista, New Sentosa, Putri Duyung (Ryugu), dan pemilik tempat hiburan malam Pondok Sanghyang.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Hulaeli Asyikin mengatakan, pemanggilan dilakukan untuk memberi arahan kepada pemilik atau pengelola tempat hiburan malam agar menjalankan usahanya sesuai dengan ketentuan. “Pada intinya kami bukan tidak boleh usaha, yang penting mentaati aturan yang telah dibuat oleh Pemda (pemerintah daerah),” kata Hulaeli, di ruang rapat Tb Saparudin, Pemkab Serang, Rabu (9/1).

Ia menjelaskan, pihaknya telah beberapa kali menggelar operasi terhadap tempat-tempat hiburan malam, baik itu berkaitan dengan pemeriksaan dokumen perijinan maupun terkait dengan pelanggaran yang dilakukan. “Mereka beranggapan setelah mengurus ijin melalui OSS (online single submission) urusannya beres begitu saja, padahal harus ada persetujuan dari pemda. Yang aneh itu Star Queen punya ijin menjual miras dari OSS,” ujarnya.

Hulaeli mengungkapkan, pihaknya telah meminta kepada pemilik tempat hiburan malam agar berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) karena mereka beralasan belum ada sosialisasi terkait persetujuan dari Pemkab Serang. “Kita minta secepatnya diselesaikan paling lambat akhir Januari. Kemudian selama proses pengurusan ijin tidak boleh ada yang beroperasi,” paparnya.

Namun jika ada pemilik atau pengelola tempat hiburan makan yang tidak mengurus perijinannya maka pihaknya tidak akan segan-segan melakukan penutupan secara paksa. “Yang paling bandel itu di Serang timur Moro Senang dan King Oloan. Kalau di Serang baranya Star Queen dan Kuda Laut. Untuk membuktikan mereka mengurus ijin atau tidak kita minta mereka melaporkan secara berkala,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook