Anggaran Puspemkab Ditambah Rp19 Miliar

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 10 Januari 2019 - 14:33:37 WIB   |  dibaca: 197 kali
Anggaran Puspemkab Ditambah Rp19 Miliar

BELUM SELESAI : Lahan yang akan dibangun puspemkab di Desa Keserangan, Kecamatan Ciruas ditumbuhi rumput, Rabu (9/1).

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menambah alokasi anggaran untuk pembebasan lahan pusat pemerintahan kabupaten (Puspemkab) Serang sebesar Rp19 miliar pada 2019 ini. Dengan adanya penambahan anggaran itu maka total keseluruhan anggaran untuk pembebasan lahan Puspemkab menjadi Rp50 miliar ditambah dengan anggaran 2018 sebesar Rp31 miliar yang diluncurkan tahun ini.

Kepala Bagian Perlengkapan Pemkab Serang Yani Setyamaulida mengatakan, anggaran untuk pembebasan lahan Puspemkab Serang pada tahun 2018 sebesar Rp32 miliar terpakai Rp1 miliar. “Tahun 2018 baru terbebaskan sesuai validasi dari KPN (kantor pertanahan nasional) baru dua bidang dari total 83 bidang. Jadi ada sisa anggaran yang kita luncurkan sekitar Rp31 miliar,” kata Yani, Rabu (9/1).

Yani menjelaskan, berdasarkan rekomendasi tim appraisal, anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan Puspemkab sekitar Rp53 miliar. Itu yang kemudian menjadi alasan mengapa di tahun 2019 ini anggaran untuk pembebasan lahan ditambah Rp19 miliar. “Untuk proses pengadaannya saat ini tahap pelaksanaan yang dilaksanakan oleh pelaksana pengadaan tanah yang di ketuai oleh kepala KPN. Pengadaan lahan itu kan diawali dengan pendataan, appraisal, musyawarah, itu sudah semua,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari validasi yang dilakukan oleh tim appraisal pada 2018 terdapat sekitar 83 bidang tanah yang harus dibebaskan. “Prinsipnya kalau pemda, finalnya apa kita tindaklanjuti. Keinginan kita tahun ini harus selesai. Semua lahan ada di Cisait. Apakah ada kenaikan harga tanah atau tidak, saya kurang hapal karena saya di bagian perlengkapan belum lama, baru Agustus 2018 lalu,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, untuk pembangunan kantor Puspemkab Serang saat ini terkendala pembebasan lahan yang belum selesai. “Harusnya kita sudah menganggarkan di tahun ini untuk satu gedung, ternyata pas kita lihat untuk satu gedung itu ada spot-spot yang belum beres, nanti jadi persoalan dengan masyarakat. Ada satu hamparan tapi menempel di tol, jadi layoutnya diubah,” kata Tatu. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook