Sulit Temukan Wisatawan, Bunyi Palu dan Gergaji Mulai Bersahutan

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 10 Januari 2019 - 14:38:13 WIB   |  dibaca: 308 kali
Sulit Temukan Wisatawan, Bunyi Palu dan Gergaji Mulai Bersahutan

BUTUH DUKUNGAN : Jalan raya di kawasan Wisata Carita tampak masih sepi dari aktivitas wisatawan, kemarin.

PANDEGLANG- Bencana Tsunami Selat Sunda meluluhlantakan sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang. Dunia pariwisata ikut terguncang. Sekurangnya butuh satu tahun agar pariwisata Pandeglang kembali bangkit.

Pernyataan diatas adalah kalimat pembuka yang disampaikan pemilik Baka-Baka Cottage dan Wisma Cinde Wulung, Teja Heriyana, saat berbincang dengan Banten Raya terkait kondisi pariwisata Pandeglang pasca bencana tsunami Sabtu (22/12) lalu di tempat usahanya di Jalan Raya Carita Km 9, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Rabu (9/1) pagi.

Tempat usaha Teja memang selamat dari sapuan tsunami. Pun demikian, karena tsunami juga sejumlah cottage dan penginapan yang dikelolanya sepi seperti tak berpenghuni. Kesunyian juga sangat terasa di sepanjang Pantai Carita.

Sulit menemukan wisatawan di pesisir pantai karena warga yang biasanya memenuhi pantai dengan berbagai aktivitas seperti menjual jasa persewaan perahu, ban untuk berenang, menjual cinderamata, menjadi juru parkir, tukang pijat, menyewakan tikar, atau menjual aneka makanan khas Carita juga masih disibukan membenahi rumah karena rusak atau ditinggal mengungsi.

Akibat kesunyian yang melanda pesisir pantai, hempasan ombak di pasir putih Carita pun, kemarin, selintas terdengar lebih keras seperti deburan ombak setinggi 4-5 meter yang konon pada saat bencana tsunami benar-benar disaksikan warga dan pengunjung pantai.

Di tengah suasana sunyi ini, di beberapa pojok cottage yang berjarak sangat dekat dengan bibir pantai sudah terdengar alat kerja seperti palu dan gergaji digunakan. Rupanya dalam suasana yang belum sepenuhnya kondusif ini, beberapa warga yang memiliki tempat usaha di pinggir pantai seperti warung makanan sudah ada yang memulai melakukan renovasi kerusakan akibat terjangan tsunami. “Mudah-mudahan saja tsunami tidak terjadi lagi karena akibatnya sangat buruk. Pengunjung wisata sepi sejak bencana itu datang hingga sekarang,” kata Diki, pemilik warung di pesisir pantai Karangsari Carita.

Jalanan di sepanjang kawasan Carita juga masih lengang kendati toko-toko, warung, pasar, bengkel, dan penjual bensin eceran sudah buka. Lahan parkir beberapa lokasi wisata andalan seperti Karang Sari, Matahari, Pasir Putih, Sambolo, dan Caringin pun lengang dan beberapa diantaranya masih diportal dan bertulisan posko bantuan bencana.

Sampah dan berbagai material yang terbawa tsunami di beberapa tempat masih menumpuk dan menutupi drainase.  “Semenjak tsunami, belum ada pengunjung yang sengaja menginap. Ada juga yang  datang namun hanya lihat-lihat situasi pantai karena diterjang tsunami,” kata Franky, pengelola salah satu penginapan di Carita.

Kembali ke Teja. Pria yang setia dengan usahanya di bidang pariwisata tepatnya sejak tahun 1982 silam ini menyebut paling cepat recovery wisata Pandeglang khususnya Carita adalah satu tahun. Katanya, banyak fasilitas pendukung yang rusak terutama shock (guncangan) yang dialami pelaku wisata. “Wisatawan yang biasa berlibur ke kawasan pantai di Pandeglang pun saya pastikan tidak mau cepat-cepat datang ke Carita. Mereka takut karena tsunami itu diberitakan dengan massif dan membuat suasana mencekam,” jelas Teja.

Menurut Teja, daerah wisata yang diterjang tsunami di Indonesia sebenarnya cukup banyak seperti Aceh dan Pangandaran. “Recovery wisata Aceh dan Pangandaran butuh waktu 4-6 bulan untuk bangkit karena sarana dan komitmen pemerintahnya mendukung. Kalau di Pandeglang saya rasa akan lama sampai 1 sampai 2 tahun karena sejak awal kawasan wisata tidak ditata. Kita harus bangkit jangan putus asa,” bebernya.

Hal yang diperlukan menurut mantan anggota DPRD Pandeglang ini adalah komitmen pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membangkitkan pariwisata  “Kemenpar punya event apa? rencana apa? Terus Pemkab Pandeglang akan melakukan apa untuk recovery? Ini yang musti dijawab dan dilaksanakan."

Teja juga menginginkan, Pemkab Pandeglang jangan hanya fokus pada pengembangan KEK Tanjung Lesung yang sebenarnya dikuasai pemilik modal besar. “Sebaiknya Pemkab fokus memulihkan wisata rakyat di Carita dan daerah lainnya di Pandeglang.

Bagaimanapun pantai rakyat selama ini sudah jadi tulang punggung ekonomi ribuan warga Pandeglang. Jika salah penanganan, maka akan ada ribuan orang juga yang jatuh miskin di Pandeglang karena sumber kehidupan mereka yaitu wisata tidak dipulihkan,” katanya. (Muhaemin)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook