Polda Cari Dokumen Tambahan di RSDP

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 10 Januari 2019 - 14:40:18 WIB   |  dibaca: 174 kali
Polda Cari Dokumen Tambahan di RSDP

SERANG - Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Banten memeriksa tiga ruangan di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang, Rabu (9/1). Pemeriksaan itu tindak lanjut dari kasus dugaan pungutan liar (Pungli) pembiayaan jasa ambulans oleh tiga oknum pegawai rumah sakit terhadap keluarga korban bencana tsunami Selat Sunda.

Tim penyidik yang terdiri dari enam orang tiba di RSDP sekitar pukul 15.20. Setibanya di sana, mereka menuju ruang kerja Plt Direktur RSDP Serang Sri Nurhayati untuk berkoordinasi. Namun Sri tidak ada di ruangannya.

Penyidik akhirnya diterima Wadir Pelayanan RSDP dr Rahmat. Sekitar pukul 15.40, penyidik mulai melakukan pemeriksaan di dua ruangan yakni ruang jenazah dan ruang instalasi forensik. Sayangnya, awak media dilarang untuk masuk ke dalam area rumah sakit oleh petugas keamanan.

Usai melakukan pemeriksaan di dua ruangan tersebut, sekitar pukul 16.30, dua orang penyidik kembali ke ruang kerja Plt Direktur RSDP Serang dengan membawa sejumlah dokumen-dokumen penting yang diduga berkaitan dengan data korban bencana tsunami Selat Sunda.

Selanjutnya pada pukul 17.10, empat orang penyidik didampingi dua orang petugas keamanan, kembali melanjutkan pemeriksaan di ruang instalasi farmasi yang letaknya berada di depan rumah sakit.Hingga berita ini ditulis, sekitar pukul 18.00, penyidik masih mencari dokumen tambahan di rumah sakit. Sementara itu, awak media hanya bisa menunggu di luar area gedung rumah sakit, lantaran akses rumah sakit ditutup rapat oleh petugas keamanan.


Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mencari bukti-bukti baru. Sejauh ini Polda Banten telah menetapkan tiga tersangka yakni pegawai RSDP Serang berinisial F, dan dua pegawai perusahaan penyedia jasa ambulans jenazah inisal I dan B. Ketiganya sudah ditahan, setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti berupa kwitansi dan uang Rp15 juta. "Setiap hari ada pemeriksaan," katanya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook