Butuh Juga Fasilitas Pendidikan

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 10 Januari 2019 - 14:47:14 WIB   |  dibaca: 224 kali
Butuh Juga Fasilitas Pendidikan

MENGUNGSI : Penyintas tsunami mengungsi di Majelis Taklim Al Ikhlas Karangbolong, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, kemarin.

PANDEGLANG - Penyintas atau warga yang selamat dari bencana tsunami Selat Sunda berharap relokasi yang dilakukan pemerintah terhadap mereka, tidak sebatas memindahkan rumah yang hancur. Mereka ingin, selain hunian sementara (huntara) pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan untuk anak-anak.

Sementara ini, huntara rencananya dibangun di lokasi cukup jauh dengan rumah sebelumnya sekitar dua kilometer. "Pengennya begitu ada tempat sekolah biar gak jauh dari tempat tinggal. Huntara yang dibangun kan di Kecamatan Carita, masak anak kami harus bolak-balik ke Kecamatan Labuan. Kan harus punya biaya lebih, buat makan saja susah," harap Eneng Mursini (53) warga Kampung Lantera, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Rabu (9/1).

Eneng yang mengungsi di Majelis Taklim Al Ikhlas Karabohong, Desa Labuan, Kecamatan Labuan ini menceritakan, sebelum tsunami, selama ini dia bekerja serabutan untuk membiayai ketiga anaknya yang masih duduk di bangku sekolah. Penghasilan yang didapat suaminya sebagai nelayan belum mencukupi untuk sekolah anaknya. "Saya kadang kerja di Pasar Teluk bantu-bantu suami untuk makan. Setiap hari harus menyediakan uang Rp20 ribu untuk sekolah ketiga anak saya, yakni Dani Kurniawan SD, Mega Mustika SMP dan Erika SMA," ungkapnya. Jika jarak hunian sementara semakin jauh dari sekolah, maka akan semakin tinggi biaya yang harus dikeluarkan Eneng untuk ketiga anaknya.

Eneng mengaku bersedia tinggal di huntara yang dibangun pemerintah. Mengingat rumahnya sudah hancur. "Setuju gak setuju, mau diapain lagi rumah saya kan hancur, barang-barang rumah pada rusak. Sekarang kami gak punya rumah dan mengungsi di sini (Majelis Taklim-red). Rumah saya sekarang lagi dibereskan sama alat berat," ujarnya.

Camat Labuan, Atep Purnama membenarkan, huntara untuk penyintas tsunami di Kecamatan Labuan dibangun di Desa Pejamben, Kecamatan Carita dengan lahan yang disediakan sekitar satu hektar. Lokasi itu dinilai cukup tinggi, tidak terlalu dekat dekat laut. "Kenapa huntara ini dibangun di Carita, biar warga bisa tinggal lebih aman, gak terlalu dekat dengan pesisir pantai," katanya.

Kepala BPBD Pandeglang Asep Rahmat menjelaskan, pemerintah daerah akan menyediakan fasilitas pendidikan untuk warga yang nantinya tinggal di kawasan huntara. "Sekolah sudah ada. Karena lokasi lahan huntara tidak jauh dari lokasi fasilitas pendidikan. Selain huntara, ada juga fasilitas lainnya seperti kesehatan, lingkungan, air bersih, listrik, musala sampai MCK," jelasnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook