Krakatau Steel Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak Korban Tsunami kepada Gubernur

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 11 Januari 2019 - 10:49:16 WIB   |  dibaca: 141 kali
Krakatau Steel Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak Korban Tsunami kepada Gubernur

PENYERAHAN SIMBOLIS - Direktur SDM PT KS Rahmad Hidayat (kiri) menyerahkan secara simbolis tas sekolah kepada Gubernur Banten Wahidin Halim di Gedung Aspirasi KP3B, Serang, Kamis (10/1).

SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) secara simbolis menerima bantuan peralatan dan perlengkapan sekolah untuk korban tsunami dari Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Krakatau Steel (KS) Rahmad Hidayat di Gedung Aspirasi Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Serang, Kamis (10/1).

Bantuan 800 paket peralatan dan perlengkapan sekolah senilai Rp250 juta yang berisi seragam sekolah, tas, sepatu, dan alat tulis itu merupakan bagian dari penyaluran bantuan yang berhasil dihimpun dari seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama aksi tanggap darurat bencana tsunami Selat Sunda sejak 22 Desember 2018 hingga 4 Januari 2019 lalu.

"Kami selaku koordinator tanggap bencana BUMN di Banten berhasil menghimpun bantuan berupa logistik dan uang senilai 4,8 miliar. Nah, logistik berupa makanan, sembako, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya telah kami salurkan melalui dua posko yang ada di Cinangka, Kabupaten Serang dan Labuan, Pandeglang. Sementara bantuan yang berupa uang kami belanjakan dalam bentuk kebutuhan lainnya seperti peralatan dan perlengkapan sekolah yang kami titipkan melalui  Pemprov (Pemerintah Provinsi-red) Banten ini. Selain itu ada juga yang kami belanjakan untuk kebutuhan sarana ibadah dan lain sebagainya," kata Direktur SDM PT KS Rahmad Hidayat yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Koordinator Tanggap Bencana Tsunami Selat Sunda ini.

Rahmad mengaku, sejak batas waktu tanggap darurat dinyatakan selesai pada 4 Januari lalu, pihaknya diminta untuk segera membuat laporan terkait penyaluran bantuan yang terhimpun.

"Bantuan yang dalam bentuk uang itu harus kami habiskan dalam waktu satu bulan untuk membantu masyarakat terdampak tsunami agar laporan bisa segera kami buat. Jadi meskipun masa tanggap darurat sudah tidak berlaku namun kami masih membuka posko bantuan di Gedung Sekretariat Krakatau Steel," ujarnya.

Rahmad berharap, bantuan perlengkapan sekolah yang dititipkan penyalurannya melaui Pemprov Banten dapat menyasar wilayah yang terdampak tsunami cukup parah.

“Seperti yang kita dengar dari pemberitaan dan kondisi di lapangan, banyak adik-adik pelajar yang hingga saat ini belum kembali ke sekolah karena ketiadaan seragam sekolah beserta perlatannya karena hanyut ikut terbawa arus tsunami. Makanya melalui pemerintah daerah yang lebih mengetahui kondisi riilnya, kami berharap bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan apresiasinya kepada PT KS dan BUMN lainnya atas bantuan yang dititipkan kepada Pemprov Banten.

"Alhamdulillah, kalau bantuan logistik berupa makanan itu sangat melimpah. Banyak bantuan dari berbagai pihak tapi yang menarik adalah bantuan perlengkapan sekolah dari KS. Memang saat ini banyak anak-anak kita yang jumlahnya ribuan sangat membutuhkan bantuan berupa perlengkapan sekolah. Sebenarnya bantuan itu sudah kami tunggu dari masa liburan sekolah agar bisa langsung dimanfaatkan ketika masuk sekolah. Agak telat sih tapi ya tetap bermanfaat. Jadi kalau bisa ya bantuan dari KS untuk anak sekolahnya terus ditambah karena masih sangat banyak yang belum terbantu," katanya.

Wahidin berjanji akan langsung menyampaikan bantuan yang dititipkan melalui Pemprov Banten.

"Saya minta kepada koordinator lapangan untuk segera menyampaikan bantuan kepada yang membutuhkan. Jangan ditunda, apalagi kebutuhan sekolah. Ini mendesak jadi harus disegerakan. Kemudian kami akan buat laporannya," ucapnya.

Wahidin juga menyampaikan, Pemprov Banten bersama pemerintah kabupaten/kota di Banten sedang berupaya melakukan rekonstruksi bangunan dan infrastruktur yang rusak akibat bencana tsunami.

"Kami telah siapkan Rp11 miliar untuk membantu menyiapkan hunian sementara atau merekonstruksi bangunan rumah yang rusak ringan. Ada sekitar 1071 rumah yang harus direkonstruksi. Nah yang rusak berat itu lah menjadi tanggung jawab kita semua. Alhamdulillah, rencananya Kementerian BUMN akan melibatkan diri dalam pembangunan hunian yang permanen hanya lokasi pembangunannya yang masih belum ditentukan akan dibangun di mana," ungkapnya.

Bahkan tidak hanya bangunan rumah saja, Wahidin mengungkapkan, ada banyak perahu nelayan yang harus dibantu perbaikannya.

"Ini berkaitan dengan mata pencarian masyarakat makanya harus segera kami bantu agar bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari," ujarnya. (danang/adv)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook