70 Unit Huntara dari Kementerian BUMN Selesai Dibangun

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 11 Januari 2019 - 10:53:38 WIB   |  dibaca: 124 kali
70 Unit Huntara dari Kementerian BUMN Selesai Dibangun

DIKEBUT : Proses pembangunan huntara yang didirikan Kementrian BUMN di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur sudah mulai selesai, Kamis (10/1).

SUMUR - Warga Kecamatan Sumur yang terdampak bencana tsunami akan segera menempati hunian sementara (huntara).

Dari target 100 unit huntara yang didirikan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 70 unit di antaranya sudah hampir rampung.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, huntara yang dibangun Kementerian BUMN untuk wilayah Kecamatan Sumur hampir selesai. Irna berharap, dalam waktu dekat warga yang rumahnya hancur diterjang gelombang tsunami sudah bisa direlokasi dari pengungsian.

"Mudah-mudahan 100 unit huntara dari Kementerian BUMN bulan Januari ini sudah selesai dan bisa segera digunakan," ungkap Irna, Kamis (10/1).

Menurutnya, huntara untuk warga Sumur akan ditempati ratusan kepala keluarga yang rumahnya rusak sedang hingga berat. Meski hingga kini pemerintah daerah masih melakukan pendataan berapa warga yang perlu direlokasi dan tidak.

"Nanti kalau sudah selesai semua, berapa warga yang bisa tinggal disitu, sambil kami fokus mendata berapa jumlah pengungsi yang belum kami bisa himpun dalam satu tempat huntara," ujarnya.

Irna menjelaskan, secara keseluruhan pemerintah akan mendirikan 1.071 unit huntara bagi korban tsunami. Lokasinya tersebar di Kecamatan Sumur, Panimbang, Cigeulis, Pagelaran, Sukaresmi, Labuan dan Carita, dengan pekerjaannya dilakukan oleh jajaran TNI.

"Kalau Sumur sudah beres, dilanjutkan ke Carita yang dibangun oleh personel TNI. Kalau itu selesai, kemudian ke Labuan dan kecamatan lainnya yang terdampak tsunami," jelasnya.

Saat ini pemerintah, kata Irna, sudah menyusun anggaran biaya hingga menyesuaikan ukuran dan luas tanah di beberapa titik yang akan dibangun huntara. Bahkan, beberapa material bahan bangunan sudah ada.

"Untuk selebihnya pembangunan huntara bantuan dari BNPB ini sebagian barang-barang sudah kita beli. Bantuan-bantuan dari para donatur dan dermawan juga kami belikan kearah sana," imbuhnya.

Irna menargetkan, pembangunan huntara selesai dalam waktu tiga bulan, agar warga yang terdampak tsunami bisa segera menghuni tempat tinggal sementara secara nyaman.

"Setelah masa tanggap darurat berakhir kami berlakukan transisi menuju pemulihan selama tiga bulan. Mudah-mudahan huntara ini bisa selesai sebelum tiga bulan," harapnya.

Dandim 0601 Pandeglang, Letkol Inf Fitriana Nur Heru Wibawa menegaskan, sudah mengerahkan anggotanya untuk melaksanakan pembangunan huntara.

"Rencananya sekitar 971 unit huntara akan kita bangun. Sekarang anggota sudah melakukan pengukuran lahan, tinggal pelaksanaan pembangunan," tegasnya.

Kepala BPBD Pandeglang, Asep Rahmat menuturkan, sambil menunggu huntara selesai dibangun, korban tsunami akan tetap bertahan di pengungsian. Mereka tidak pulang ke rumah lantaran kondisi bangunan rumahnya hancur.

"Huntara ini kan sedang dalam proses pembangunan, sekarang warga kita tempatkan di pengungsian sesuai hasil rapat dengan para camat," tuturnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook