Diskominfo Kaji Alat Pendeteksi Banjir

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 11 Januari 2019 - 11:10:48 WIB   |  dibaca: 188 kali
Diskominfo Kaji Alat Pendeteksi Banjir

KERJASAMA : Pembahasan kerjasama antara Diskominfo Kota Cilegon dan Fakultas Teknik Untirta di Kantor Diskominfo Kota Cilegon, Selasa (8/1).

CILEGON - Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Kota Cilegon saat ini sedang melakukan kajian untuk pembuatan alat pendeteksi banjir. Dalam kajian tersebut, Diskominfo Kota Cilegon menggandeng Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Unitrta).

Kepala Seksi Pelayanan Elektonik Goverment pada Diskominfo Kota Cilegon, Adi Tri Prasetyo mengatakan, pihaknya melakukan pertemuan dengan tim dari Fakultas Teknik Untirta pada Selasa (10/1), untuk pembahasan kerjasama pengembangan program Cilegon Smart City. “Dalam konteks target implementasi selanjutnya, di Tahun 2019 ini kami menggandeng unsur akademisi dalam mendukung implementasi Cilegon Smart City,” kata Adi ditemui Banten Raya di Kantor Diskominfo Kota Cilegon, Kamis (10/1).

Dikatakan Adi, kerjasama dilakukan sebagai salah satu strategi dalam percepatan implementasi Cilegon Smart City yang telah diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon 2016-2020. Di mana bentuk implementasi smart city ini termaktub dalam Agenda Kelima Cilegon Berwibawa. ”Saat ini bersama Fakultas Teknik Untirta kita sedang mengkaji alat pendeteksi banjir, kita harap tahun ini bisa selsai dibuat,” harapnya.

Adi menjelaskan, alat pendeteksi banjir tersebut, nantinya akan dipasang di beberapa titik rawan banjir di Kota Cilegon. Dalam ujicoba, rencananya alat pendeteksi banjir tersebut akan dipasang di satu titik yaitu di danau sebelah Kantor Diskominfo Kota Cilegon. “Ujicoba dilakukan untuk menguji sistem kerja alat pendeteksi banjir. Sistem kerjanya, nanti alat akan mengirimkan notifikasi ke operator smart city ketika air naik ke titik yang telah ditentukan di alat tersebut,” jelasnya.

Kata Adi, saat ini pihaknya juga mengkaji kondisi topologi di lapangan yang menggunakan sensor microcontroler atau senosr lain. Pihaknya juga masih melakukan kajian untuk pengiriman notifikasi dari alat yang dipasang di titik rawan banjir ke server smart city akan menggunakan Local Area Network (LAN) atau GSM. “Jadi, setelah kita dapat informasi sebuah titik yang terendam banjir, nanti akan kita sampaikan ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait untuk penanganan banjir lebih cepat,” urainya.

Ditambahkan Adi, dalam menjaga keamanan alat pendeteksi bajir juga akan dipasang Circuit Close Television (CCTV). Agar alat tidak dicuri. “Kami masih melakukan kajian,” imbuhnya. Kepala Diskominfo Kota Cilegon, Achmad Jubaedi mengatakan, pengembangan implementasi Cilegon Smart City memasuki tahapan yang difokuskan pada penerapan sistem pemantauan terintegrasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Pada tahun 2018, Pemkot Cilegon telah  menetapkan quick wins implementasi Cilegon Smart City, yakni integrasi aplikasi, penerapan aplikasi pelaporan online masyarakat seperti aplikasi QLUE smart city, dan penggunaan Nomor Panggilan Darurat 112.

“Selain itu juga telah dilakukan integrasi beberapa akses CCTV yang telah ada di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon, di antaranya adalah CCTV pada lokasi Landmark Kota Cilegon dan CCTV pada lokasi alun-alun Kota Cilegon, serta CCTV pada kelurahan yang telah didorong melalui Program Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPW Kelurahan). Saat ini tools aplikasi monitoring telah dapat diakses di ruangan mini command center pada Diskominfo Kota Cilegon,” paparnya.

Ia menambahkan, Diskominfo Kota Cilegon sedang melakukan pendalaman terhadap pemanfaatan Internet of Things (IOT) yang difokuskan pada pemanfaatan sensor banjir, terlebih kondisi geografis Kota Cilegon saat ini berpotensi terhadap terjadinya bencana banjir di beberapa wilayah.

“Percepatan implementasi Internet of Things ini diharapkan akan membawa dampak positif dalam mengatasi permasalahan perkotaan di Kota Cilegon. Dan diharapkan mampu menjadi quick wins implementasi Cilegon Smart City di tahun 2019, sambil secara teknis paralel dilakukan evaluasi dan optimalisasi implementasi Cilegon Smart City di tahun 2018,” tambahnya. (gillang)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook