Serang Rawan Konflik Pemilu

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 11 Januari 2019 - 11:43:10 WIB   |  dibaca: 198 kali
Serang Rawan Konflik Pemilu

AUDIENSI : Pengurus PMII Kota Serang saat audiensi, Kamis (10/1).

Kota Serang disebut sebagai daerah yang masuk zona merah dalam pemilu. Zona merah artinya daerah ini rawan konflik pemilu, karena itu harus dihindari.Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Serang Abdul Muhit Hariri mengatakan, melihat perkembangan terakhir di Kota Serang terjadi gesekan antar kelompok yang berbeda pilihan capres dan cawapres. Bahkan ada di antara kelompok ini menyinggung soal SARA (suku agama ras dan antargolongan).

Karena itu tak berlebihan bila Kota Serang kemudian dia sebut sebagai zona merah pemilu.“Zona merah rawan konflik. Perlu perhaitan khusus agar mampu mencegah perpecahan,” kata Muhit usai beraudiensi dengan DPRD Kota Serang di ruang aspirasi DPRD Kota Serang, Kamis (10/1).

Muhit menyatakan bahwa maraknya isu-isu SARA yang digunakan untuk kepentingan politik kelompok tertentu membuat kedua kubu capres cawapres berada di dua kutub. Pada posisi ini, mahasiswa yang tergabung dalam PMII Kota Serang akan menjadi penengah kedua kelompok.

Karena pada dasarnya kedua kelompok ini sama-sama saudara sebangsa.“Makanya kami beraudiensi dengan DPRD agar kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk menetralisir suasana seperti saat ini,” katanya seraya mengaku ingin Kota Serang seperti dulu, yang adem dan tentrem.

Ketua DPRD Kota Serang Namin mengatakan, bila benar Kota Serang masuk dalam zona merah rawan konflik pemilu, maka informasi ini menjadi penting guna mengambil langkah antisipasi. Sebagai daerah yang mulikultur Kota Serang memang berpotensi bisa dipecah belah dengan menggunakan perbedaan yang ada.

Namun, perbedaa ini juga sesungguhnya bila mempererat semua elemen masyarakat bila sama-sama menyadari dan menghormati. "Tapi ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh DPRD melainkan harus bersama-sama dengan semua stakeholder,” katanya.

Rus'an, anggota DPRD Kota Serang mengatakan bahwa Kota Serang sebagai daerah rawan konflik harus melakukan pencegahan secara dini. Semua komponen masyarakat harus terus menerus bersatu bergandengan tangan agar konflik tidak meluas. Bila sebelumnya Kota Serang berhasil dan sukses menggelar Pilkada Kota Serang tanpa konflik serius, maka dalam pemilu yang lebih luas kontestasinya harus juga sukses dan tidak ada konflik yang terjadi. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook