Dewan Minta Pemkot Pikirkan Nasib PKL

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 11 Januari 2019 - 11:46:37 WIB   |  dibaca: 199 kali
Dewan Minta Pemkot Pikirkan Nasib PKL

MASIH KOSONG : Suasana lokasi relokasi di Kepandean yang disediakan untuk PKL Stadion masih kosong tanpa ada aktivitas berjualan, Kamis (10/1).

SERANG- DPRD Kota Serang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memikirkan keberlangsungan nasib PKL yang digusur. Tempat relokasi yang dijanjikan harus memberikan rasa nyaman bagi para pedagang kaki lima (PKL).

Ketua DPRD Kota Serang Namin mengapresiasi program 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Serang Syafrudin dan Subadri Ushuludin yang sudah membuahkan hasil, yakni sudah ditertibkannya PKL di kawasan Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang.“Hanya saja yang menjadi sorotan kami di dewan, yang ditertibakan ini kan masyarakat kita juga para PKL. Sementara tempat relokasi yang direncanakan kabarnya belum siap digunakan,” kata Namin, Kamis (10/1).

Dalam mengeliminasi keluhan masyarakat, politisi Partai Golkar menilai bahwa hal ini tugas berat Pemkot Serang. “Jangan sampai ada keluhan dari PKL soal sepinya pembeli, karena hal itu akan berdampak sekali terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Serang harus membuat tempat bagi PKL dengan lokasi yang ramai, dan pemkot harus lebih kreatif. “Kalau Kepandean dijadikan tempat relokasi PKL, harus dibuat ramai atau menarik dulu. Sehingga pada akhirnya roda perekonomian masyarakat akan berjalan,” tuturnya.

Jika tempat relokasi dibuat ramai dan menarik, kata Namin, para PKL juga akan nyaman berada di sana. “Kami khawatir ketika relokasi dilakukan pembelinya sepi, ini akan menjadi masalah, terutama bagi para PKL,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Pasar pada Disperdaginkop dan UKM Kota Serang Jhoni Manahan mentakan, sampai dengan saat ini jumlah PKL Stadion yang ingin direlokasi sekitar 100 orang dari 350 orang.“Jumlah persisnya saya belum tau, karena di lapangan sedang didata semua. Diperkirakan sudah 100 PKL yang sudah daftat untuk direlokasi. Hanya saja para PKL-nya tidak mau berjualan, karena masih berharap ingin berjualan di stadion, masih cari-cari kebijaksanaan,” tutur Jhoni.

Ia mengaku dari 100 orang lebih yang mendaftarkan diri untuk direlokasi, ada beberapa yang sudah menandakan lokasi dengan patok yang diberikan nama. “Di Kepandean itu sudah ada patok yang dinamai oleh para PKL, sementara mereka tidak mau berdagang,” sambungnya.


Ditanya soal siasat disperdaginkop dan UKM agar para PKL mau berjualan di Kepandean, ia mengaku tidak bisa memaksakan para PKL. “Sekarang ini mereka kekeh untuk tidak mau berjualan. Kami tidak ingin memaksakan, gimana mereka mau ditempatinya kapan, terserah mereka. Yang penting nama mereka sudah ada di situ dan sudah mengambil posisi,” kata Jhoni. (basyar)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook