Teroris Bantu Aksi Teror Bom PN Serang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 11 Januari 2019 - 12:03:12 WIB   |  dibaca: 131 kali
Teroris Bantu Aksi Teror Bom PN Serang

KESAKSIAN : Terdakwa teror bom PN Serang dan Kejaksaan Cilegon memberikan kesaksian di hadapan Majelis Hakim, kemarin.

SERANG- Masih ingat teror bom di Pengadilan Negeri (PN) Serang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon pada 25 September 2018 lalu? Terdakwanya, Wisnu Alfian, ternyata dibantu narapidana kasus terorisme dalam melancarkan aksi terornya. Hal itu terungkap dalam sidang mendegarkan keterangan saksi terdakwa, di PN Serang, Kamis (10/1).

Dihadapan ketua Majelis Hakim PN Serang yang diketuai Aswir, terdakwa Wisnu Alfian mengaku teror bom di PN Serang dan Kejari Cilegon didasari sakit hati kepada hakim dan jaksa penuntut umum (JPU) karena telah menjatuhkan vonis berat atas kasus narkoba yang menjeratnya. "Iseng, karena kesal (vonis 4 tahun lebih, dan dia menginginkan divonis 2 tahun), kemudian saya minta nomor penjaga tahanan ke istri buat meneror," kata terdakwa Wisnu Alfian disaksikan JPU Kejari Cilegon Raden Timur Ibnu Rudianto.

Menurut Wisnu, isi pesan singkat yang dikirimkan kepada penjaga tahanan Kejari Cilegon merupakan rangkaian kata yang dibacakan oleh narapidana terorisme yang ditahan di Lapas Cilegon. Sedangkan, telepon yang digunakan milik tahanan lainnya."Saya didikte sama Ivan (narapinada terorisme perakit bom), saya cuma ngetik saja. Kalau HP (handphone) pinjam dari teman, sedangkan nomornya punya si Paung (narapidan narkoba)," ujarnya.

Wisnu menambahkan, pertemuan dirinya dengan narapidana terorisme tersebut terjadi saat dirinya berolahraga di dalam lapas. Setelah bercerita panjang lebar, timbul keinginan melakukan teror."Sempet ditanya Ivan, katanya bener kamu mau neror bom? Setelah itu dia yang menyusun kata-katanya," tambahnya.

Wisnu mengaku menyesal telah melakukan teror ke PN Serang dan Kejari Cilegon. Dirinya tidak mengetahui akan ada dampak yang cukup besar atas keisengan teror tersebut. "Nyesel Pak, enggak tau kalau jadi begini," jelasnya.

JPU Kejari Cilegon Raden Timur Ibnu Rudianto mengatakan, dalam dakwaan Wisnu telah melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 6 undang-undang RI nomor 5 tahun 2018 tentang perubahan atas undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme menjadi undang-undang.

"Akibat perbuatan tersangka tersebut mengakibatkan kerugian secara psikis berupa rasa takut kepada seluruh pegawai pada kantor Kejaksaan Negeri Cilegon dan pada kantor Pengadilan Negeri Serang, berakibat pula seluruh aktifitas persidang pada hari itu dihentikan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, PN Serang di Jalan Raya Pandeglang-Serang, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang dikejutkan dengan ancaman bom dari sebuah pesan singkat, Selasa (25/9).

Pesan tak dikenal itu dikirim kepada salah satu pengawal tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon bernama Sudirman sekitar pukul 11.03."Selamat siang kami peringatkan kepada anda dan seluruh anggota kejaksaan, bahwa kami sudah pasang bom di kantor pengadilan dan kejaksaan. Kalau semua tidak paham 1x24 jam tak direspons, waktu teman kami datang akan diledakan," demikian bunyi pesan teks tersebut. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook