Sehari, Pembuat KIA Capai 1.000 Orang

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 11 Januari 2019 - 12:24:41 WIB   |  dibaca: 161 kali
Sehari, Pembuat KIA Capai 1.000 Orang

MEMBLUDAK : Sejumlah warga Kota Tangsel sedang antre untuk membuat Kartu Indentitas Anak di sebuah mal di Kota Tangsel, Kamis (10/1).

KOTA TANGSEL - Jumlah pembuat kartu identitas anak (KIA) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Januari 2019 mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data dari kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dusdukcapil) Kota Tangsel, selama sehari, jumlah pembuat KIA sebanyak 1.000 orang, dan satu bulan tercatat 44 ribu orang.

Tingginya animo warga di Tangsel, karena pembuatan KIA ini diwajibkan bagi anak usia 0-17 tahun. Juga, karena KIA dijadikan salah satu syarat bagi siswa untuk masuk ke sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Kepala Disdukcapil Kota Tangsel, Dedi Budiawan mengatakan, pembuatan KIA, awalnya bisa dilakukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), di Jalan Raya Serpong, Cilenggang, Serpong Utara. Namun, setelah 4 bulan beroperasi, layanan langsung tutup.

Penutupan dilakukan, karena warga datang menyebu. Sehari, kantor ini bisa melayani 1.000 pembuat KIA. Banyaknya warga yang membuat KIA, membuat antrean warga itu sampai ke pinggir Jalan Raya Serpong. Menurut Dedi, penutupan pembuatan KIA di kantor Disdukcapil, dimulai pada 1 Januari 2019.

Namun, pelayanan KIA itu sudah tidak dilakukan, sejak dari 31 Desember 2018. "Makanya dari awal saya punya rencana KIA tidak buka loket mulai 1 Januari, tapi kolektif sekolah, online dan layanan keliling. Sekolah-sekolah, kecamatan, dan mall," katanya kepada wartawan saat ditemjui di ruangannya, Kamis (9/1/).

Dedi menjelaskan, selama 4 bulan beroperasi, pihaknya sudah mencetak sebanyak 44.000 kartu. Termasuk di dalamnya pelayanan keliling. Pencapaian itu, kata Dedi, telah melampaui target 2018 yang hanya 30.000. "Tahun kemarin hanya 30 ribu, kita sudah melampui. Target tahun ini, saya punya blanko sisa 125 ribu, habis semua. Estimasi tahun kemarin, satu bulan 11 ribu insya Allah tercapai," jelasnya.

Dedi menambahkan, alasan tidak dibukanya loket di kantor Disdukcapil, karena rasa kasihan terhadap warga. Sedang pelayanan di pusat perbelanjaan, warga yang antre tidak akan kepanasan, dan hujan tidak kebasahan.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan, apakah KIA menjadi salah satu syarat masuk sekolah. "Nanti saya cek lagi. Setahu saya tidak karena persyaratan itu hanya akte kelahiran,” kata Benyamin.

Benyamin akan memastikan ke Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangsel untuk mengetahui informasi KIA menjadi syarat masuk sekolah. "Nanti kita lihat. Tapi kita dorong memang, disamping PR kita ntuk KTP elektronik," pungkasnya. (mg/imron)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook