Batal Gunakan Anjing Pelacak

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 11 Januari 2019 - 12:35:13 WIB   |  dibaca: 144 kali
Batal Gunakan Anjing Pelacak

HARI TERAKHIR : Pencarian korban longsor Cilowong terus dilakukan, Kamis (10/1).

SERANG - Polsek Taktakan yang semula berencana menggunakan anjing pelacak guna mencari kedua korban longsor yang saat ini masih tertimbun batal menggunakan anjing tersebut. Adanya bau sampah yang sangat kuat dinilai akan mengacaukan indra penciuman anjing.

Tb Furqon dari Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mengatakan bahwa semula saat rapat evaluasi 7 hari pencarian korban longsor, Polsek Taktakan menyatakan akan mencoba meminta bantuan Unit K9 Ditpolsatwa Polda Banten yang memiliki anjing pelacak.

Anjing ini akan digunakan selama masa perpanjangan pencarian yaitu selama tiga hari. Namun akhirnya rencana itu batal diwujudkan.“Bau sampah yang menyengat akan mengganggu penciuman anjing,” kata Furqon, Kamis (10/1).

Karena itu, pencarian kembali hanya mengandalkan alat berat. Sampai saat ini pun tidak ada penambahan alat berat dalam pencarian kedua korban berjenis kelamin perempuan itu. Padahal, sebelumnya keluarga korban sudah meminta agar alat berat ditambah menjadi 5 unit bahkan bila memungkinkan 10 unit.  “Kita mau mencari secara manual juga susah karena timbunan sampah sangat tebal,” katanya.

Apalagi material yang menimbun korban adalah sampah non organik yang didominasi plastik. Sampah jenis ini saat dicangkul akan memantulkan cangkul. Selain itu, ketika gundukan sampah dari kanan dikeruk, maka yang sebelah kiri akan bergeser.“Tanahnya labil jadi susah,” ujarnya.

Wahab Syahrani, staf BPBD Kota Serang yang memantau pencarian korban mengungkapkan bahwa sampai kemarin sore korban belum ditemukan. Artinya pencarian selama 9 hari belum menemukan tanda-tanda akan ditemukannya korban. Meski demikian, pihaknya akan terus berusaha mencari korban sampah dengan akhir masa pencarian. Diketahui, hari ini adalah hari terakhir pencarian korban. Sebelumnya, waktu pencarian ditetapkan selama 7 hari. Karena belum berhasil, pencarian diperpanjang 3 hari. Dan hari ini adalah hari terakhir dari perpanjangan waktu itu.

Bila sampai sore hari pencarian tidak juga ditemukan, maka akan dirapatkan kembali dengan unsur-unsur terkait yang masuk ke dalam TimBersama. Dalam agenda, rapat evaluasi juga akan dihadiri oleh Sekda Kota Serang Tb Urip Henus. Sementara lokasi rapat diagendakan di kantor UPT Kebersihan TPAS Cilowong.

Wahab mengatakan bahwa akibat hujan yang turun pada Rabu malam lalu tumpukan sampah dari atas luruh ke bawah dan menebalkan kembali jalan yang sebelumnya sudah diratakan menggunakan alat berat. Sehingga pengerukan ulang, meski tidak seluruhnya, terpaksa harus dilakukan lagi.

Meski begitu, bila dianalisa dari keterangan saksi tentang lokasi terakhir korban, pencarian sudah semakin dekat. Kemarin alat berat masih berusaha membuat jalan agar ketika berada tepat di atas lokasi yang diduga ada korban alat berat tersebut dapat melaluinya dengan aman. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook