Nelayan Labuan Masih Nganggur

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Sabtu, 12 Januari 2019 - 11:23:49 WIB   |  dibaca: 142 kali
Nelayan Labuan Masih Nganggur

GOTONG ROYONG : Nelayan Desa Teluk, Kecamatan Labuan bahu membahu mengevakuasi perahu rusak, kemarin.

PANDEGLANG - Nelayan Kecamatan Labuan mengharapkan pemerintah untuk segera menyalurkan bantuan perahu. Sebab, sejak perahu mereka rusak dihantam gelombang tsunami, para nelayan menganggur. Muslim, nelayan Desa Teluk, Kecamatan Labuan mengaku semenjak perahunya rusak karena tsunami tidak pergi melaut. "Dari pas kejadian itu, perahu punya bos saya rusak. Gak bisa digunakan, sementara ini paling hanya memperbaiki jaring yang rusak," kata Muslim, Jumat (11/1).

Wakil Ketua Paguyuban Nelayan Kecamatan Labuan, Herman mengatakan, sebagian nelayan yang perahunya rusak dihantam tsunami tidak memiliki pekerjaan, selain memperbaiki alat tangkap yang masih bisa digunakan untuk mencari ikan. "Pas kejadian tsunami sampai sekarang nelayan yang perahunya rusak pada nganggur, paling juga hanya memperbaiki jaring," kata Herman.

Menurutnya, sebagian nelayan belum bisa memperbaiki perahu yang rusak, karena tidak adanya biaya perbaikan. Dia mengharapkan pemerintah bisa segera memberikan bantuan. "Semua perahu nelayan yang rusak gak bisa diperbaiki. Kalau mau diperbaiki juga dananya dari mana. Kami berharap pemerintah untuk secepatnya menurunkan bantuan, kalau tidak nelayan mau cari makan dari mana," harapnya.

Dikatakan Herman, mayoritas perahu yang rusak pada bagian bodi badan dan bawah perahu, sehingga perahu tidak bisa dimanfaatkan. Kalaupun dipaksakan untuk pergi mencari ikan dapat menyebabkan perahu tenggelam. "Perahu yang rusak sama sekali gak bisa digunakan lagi, kalau dipakai melaut, nanti airnya masuk kedalam perahu," imbuhnya.

Kepala Dinas Perikanan Pandeglang, Wowon Dirman menyebutkan, sudah menyampaikan permohonan bantuan perahu nelayan yang rusak akibat tsunami kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). "Sudah kita usulkan bantuannya. Kita juga belum tahu kapan bantuan perahu ini turun. Mudah-mudahan semoga nanti dari pemerintah pusat ada respons," katanya.

Wowon menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh tercatat ada sebanyak ratusan perahu dan alat tangkap nelayan yang rusak. "Total perahu yang rusak itu ada 442 dari Kecamatan Sumur, Panimbang, Labuan dan Carita. Kemudian alat tangkap atau jaring yang rusak itu data sementara ada 183," jelasnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook