Kapal dan Perahu Rusak Masih Didata

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Sabtu, 12 Januari 2019 - 12:10:35 WIB   |  dibaca: 293 kali
Kapal dan Perahu Rusak Masih Didata

TIDAK BEROPERASI : sejumlah kapal di Pelabuhan Paku, Kecamatan Anyer tidak bisa dioperasikan karena mengalami karusakan akibat terdampak tsunami, belum lama ini.

SERANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang masih terus memvalidasi data kapal dan perahu milik nelayan yang rusak akibat terdampak bencana tsunami pada pertengahan Desember lalu. Validasi data dilakukan untuk mengetahui nilai kerugian yang dialami para nelayan untuk kemudian diajukan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Sekretaris DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terkait kapal dan perahu nelayan yang rusak, namun data yang diperoleh belum lengkap. “Untuk data sementara di Kecamatan Cinangka ada 48 kapal dan perahu yang rusak. Kemudian di Kecamatan Anyer ada 12 kapal. Insya Allah Senin kita sudah dapat data yang valid,” kata Suharjo, Jumat (11/1).

Ia menjelaskan, kapal-kapal yang rusak di Kecamtan Cinangka relatif kecil-kecil di bawah 3 grass tonnage yang nilai kerugiannya sekitar Rp20 juta sampai Rp25 juta per unit. Sedangkan untuk kapal di Kecamatan Anyer relatif besar, yaitu rata-rata 3 sampai 5 gross tonnage. “Kalau untuk kapal yang besar dan rusak parah seperti tenggelam nilai kerugiannya bisa mencapai Rp200 juta,” ujarnya.

Suhardjo menuturkan, penggantian kapal dan perahu yang rusak tersebut akan dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI setelah data diterima oleh pihak kementerian. “Kalau datanya sudah siap semua kami akan langsung ke kementerian. Rencananyanya ibu menteri (Susi Pudjiastutu-red) yang akan mengganti. Dari pemda kita coba di anggaran perubahan,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan, dampak dari rusaknya kapal dan perahu itu, para nelayan banyak yang menganggur dan usaha serabutan untuk memenuhi kebutuhan mereka. “Memang ada ya kapalnya tidak rusak dan sudah mulai melaut, tapi pembeli ikannya yang enggak ada karena pembeli dari Jakartanya enggak ada. Terus masyarakat sekitar enggak mau beli karena berfikir ikan-ikannya pada makan mayat,” tuturnya.

Sebelumnya, Anwar, seorang nelayan di Pelabuhan Paku, Kecamatan Anyer mengaku kapalnya mengalami rusak parah sehingga tidak bisa lagi mencari ikan ke laut. “Iya kapalnya pada rusak. Kami sangat berharap pemerintah bisa memberi biaya untuk memperbaiki kapal-kapal kami yang rusak, karena kami tidak punya tabungan untuk memperbaiki kapal-kapal kami,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook