Rp9 Miliar untuk Pemulihan Wisata Anyer

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 12 Januari 2019 - 12:17:21 WIB   |  dibaca: 120 kali
Rp9 Miliar untuk Pemulihan Wisata Anyer

BUTUH DUKUNGAN : Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kiri) bersama Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (ketiga dari kiri) meninjau maket vila yang akan dibangun di samping Marbella Hotel Convention and Spa usai Rapat Koordinasi Rehabilitasi dan Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca Tsunami, Jumat (11/1).

SERANG – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah terkait rehabilitasi atau pemulihan sektor pariwisata yang terdampak bencana tsunami pada pertengan Desember lalu. Langkah-langkah strategis direncanakan dalam rakor itu, di antaranya memasarkan kembali obyek wisata yang tidak terdampak tsunami seperti Anyer.

Hadir  dalam rakor yang digelar di Marbella Hotel Convention itu Menteri Pariwisata Arief Yahya, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban, dan Sekda Pemkab Serang Tb Entus Mahmud Sahiri.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh pemerintah untuk merehabilitasi pariwisata setelah selesai masa tanggap darurat. “Sekarang masuk tahap pemulihan, fokus kita untuk pemulihan ada tiga, pemulihan SDM, pemasaran pariwisata yang tidak terdampak sepeti Anyer ini relatif aman, event-event boleh diadakan di sini, kata Arief, Jumat (11/1).

Adapun tahap berikutnya, yaitu melakukan inventarisasi yang berkaitan dengan destinasi pariwisata seperti fasilitas yang ada di pantai maupun yang lainnya untuk dilakukan perbaikan. “Kita harapkan semuanya akan selesai tahap rehabilitasi yang cepat itu enam bulan. Saya janjikan setiap bulan akan datang ke Serang-Pandeglang ini, termasuk juga ke Lampung,” ujarnya.

Untuk melakukan rehabilitasi itu, Arief mengungkapkan, Kemenpar telah mengalokasikan anggaran untuk jangka pendek sebesar Rp15 miliar. Anggaran tersebut untuk biaya operasional seperti koordinasi dan yang lainnya. “Kalau anggaran yang terkait dengan pembangunan itu dianggarkan oleh masing-masing instansi atau kementerian. Sepeerti jalan itu dianggarkan oleh kementerian PU,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga mengalokasikan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) Kemenpar sebesar Rp9 miliar untuk Provinsi Banten dan Rp33 miliar untuk Provinsi Lampung. “Kalau detailnya anggaran itu untuk apa saya kurang hapal, tapi biasanya untuk membuat jalan setapak, membuat amenitas, menara pandang dan lain sebagainya. Itu anggaran sudah bisa dieksekusi,” tuturnya.

Agar kawasan pariwisata yang terdampak bencana tsunami bisa cepat pulih, pihaknya mengimbau pemerintah provinsi dan kabupaten untuk mengadakan acara di daerah yang terdampak. “Pemerintah itu sebagai modal nanti banyak yang ikut karena percaya sudah aman. Kita juga akan mengadakan event internasional di sini karena dengan cara seperti itu merecovery yang paling cepat,” katanya.

Wakil Gubernur Provinsi Banten Andika Hazrumy menyambut baik support yang diberikan pemerintah pusat untuk memulihkan kembali sektor pariwisata di Banten. “Dengan kondisi seperti ini pemerintah harus turun tangan, untuk dapat membangkitkan kembali ekonomi masyarakat di sekitar Anyer sini. Sekaligus melakukan pembenahan rencana tata ruang di daerah pariwisata ini,” ujarnya.

Disoal terkait kerugian bencana tsunami, Andika menuturkan, hal itu masih dalam perhitungan dan pendataan karena status tanggap darurat belum lama dicabut yakni 9 Januari. “Sekarang kita sedang mendata secara valid, baik itu kerugian secara materil maupun kerugian secara imateril, kalau sudah ada hasilnya akan segera diajukan ke pemerintah pusat,” katanya. (tanjung)


 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook