Konstruksi Huntara Gunakan Baja Ringan Hingga GRC

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Sabtu, 12 Januari 2019 - 12:22:30 WIB   |  dibaca: 159 kali
Konstruksi Huntara Gunakan Baja Ringan Hingga GRC

HAMPIR SELESAI : Sejumlah pekerja mempercepat pembangunan huntara bagi korban tsunami di Kecamatan Sumur, Jumat (11/1).

SUMUR - Proses pembangunan 100 unit hunian sementara (huntara) yang dibangun Kementerian BUMN di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur dikebut. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan (DPKPP) Pandeglang Syarif Hidayat mengatakan, proses pembangunan huntara yang dilakukan Kementerian BUMN di Kecamatan Sumur masih berlanjut. Syarif berharap huntara itu secepatnya selesai sesuai target yang ditetapkan.

"Proses pekerjaannya sedang berjalan, mudah-mudahan bulan Januari huntara yang dibangun Kementerian BUMN atau BNI ini bisa ditempati oleh warga yang rumahnya rusak ringan dan berat," kata Syarif, Jumat (11/1).

Menurutnya, huntara yang didirikan konstruksinya menggunakan baja ringan dengan dinding terbuat dari bahan glassfiber reinforced cement (GRC). Di mana pembangunan huntara akan dilengkapi dengan ruang terbuka untuk kegiatan warga dan tempat parkir motor. "Desain huntara itu memang menggunakan baja ringan dan GRC. Karena huntara yang dibangun Kementrian BUMN ini menjadi percontohan untuk pembangunan huntara di kecamatan lain yang terdampak tsunami," ujarnya.

Selain di Sumur, Syarif menyebutkan, pemerintah akan kembali membangun huntara di Kecamatan Panimbang, Cigeulis, Pagelaran, Sukaresmi, Labuan dan Carita. Dia menargetkan huntara itu bisa selesai sebelum tiga bulan. "Sekarang proses pembangunan huntara di Carita sedang berjalan yang dilaksanakan oleh TNI. Kami berharap dua bulan huntara ini semuanya sudah selesai didirikan," jelasnya.

Dikatakan Syarif, saat ini pemerintah daerah juga sedang memikirkan untuk membangunkan rumah tetap bagi warga yang terdampak tsunami. "Selain huntara kami sekarang sedang membahas untuk bangun rumah tetap bagi korban dan pemprov Banten sampai Kementerian PU juga akan membantu membangun rumah khusus," imbuhnya.

Operator Bagian Data Informasi dan Humas Bencana Tsunami Pandeglang, Nandar Suptandar menjelaskan, secara keseluruhan pemerintah daerah akan mendirikan ratusan unit huntara bagi korban tsunami. "Awalnya 1.071 huntara yang akan dibangun, tapi hasil validasi dan verifikasi hanya 826 unit tersebar di beberapa kecamatan," jelasnya.

Kepala BPKD Pandeglang, Ramadhani mengatakan, pemerintah daerah membutuhkan dana miliar rupiah untuk membangun huntara. "Sebanyak 100 huntara ditanggung oleh BNI di Sumur. Sisanya huntara yang akan dibangun oleh pemda sekitar 826 unit ditaksir membutuhkan dana sekitar Rp 10 miliar," imbuhnya. (yanadi)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook